Tanggap Darurat Kekeringan, Khofifah Kirim 2 Truk Tangki Air Bersih ke Dusun Marang Sumenep

Avatar of Kanal Madura

KANALMADURA.COM, SUMENEP  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bergerak cepat merespons kekeringan di Madura. Ia menyalurkan langsung bantuan air bersih untuk warga Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10).

Tak hanya dropping air, Khofifah juga menyiapkan solusi jangka panjang. Pemprov Jatim tengah mengkaji pembangunan sumur bor agar warga tak lagi krisis air setiap musim kemarau datang.

Sumenep memang menjadi salah satu wilayah terparah. Data Pemprov mencatat, 70 desa di Sumenep terdampak kekeringan dengan total 271.017 jiwa kesulitan air bersih. Di Dusun Marang sendiri, ada 595 jiwa yang terdampak.

“Kabupaten Sumenep ini jadi salah satu dari 25 Kabupaten yang mengeluarkan status darurat kekeringan. Hari ini di Desa Marang kita dropping air bersih, ada dua truk tangki dan 13 tandon unit tandon air,” ujar Khofifah di lokasi.

Untuk penanganan di Sumenep, Pemprov Jatim menggelontorkan bantuan senilai Rp 130 juta. Bantuan itu meliputi 540 jeriken kapasitas 15 liter, 90 tandon air kapasitas 1.200 liter, dan 200 lembar terpal.

Khusus untuk warga Dusun Marang, bantuan yang turun adalah 2 truk tangki air masing-masing 5.000 liter, 3 tandon air, 2 tandon lipat, dan 150 jeriken untuk kebutuhan harian.

Menurut Khofifah, air bersih adalah kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda. Distribusi harus terus jalan untuk memastikan dapur warga tetap ngebul, minum dan sanitasi aman.

“Kita identifikasi, kalau ada opsi sumur bor akan kita upayakan. Kalau memang memungkinkan, kita sediakan di tahun 2027 awal, sebelum musim kemarau tahun depan kami upayakan,” tegasnya.

Khofifah menekankan, dropping air saja tidak cukup. Perlu solusi berkelanjutan. Karena itu, ia meminta BPBD Jatim dan OPD terkait segera melakukan identifikasi lapangan untuk mengecek kelayakan teknis pembangunan sumur bor.

Bantuan itu disambut haru warga. Sudi, warga Dusun Marang mengaku sangat terbantu. Pasalnya, krisis air sudah jadi langganan tiap kemarau.

“Alhamdulillah, sangat senang mendapat bantuan air bersih ini. Setiap tahun saat musim kemarau, kami pasti kekurangan air bersih. Kami berharap banyak kepada Ibu Gubernur agar ada solusi supaya warga tidak terus mengalami kesulitan air bersih setiap musim kemarau,” ungkap Sudi.

Ia berharap janji sumur bor itu benar-benar terwujud.

“Semoga segera ada pengeboran karena tiap tahun saat musim kemarau pasti disini kekurangan air bersih. Kami berharap banyak pada Ibu Gubernur,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *