KANALMADURA.COM, BATU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pengembangan peternakan sapi perah di Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah ternak.
Produktivitas, kualitas bibit, ketersediaan pakan hingga hilirisasi produk susu dinilai perlu diperkuat secara bersamaan.
Hal itu disampaikan Khofifah saat meninjau aktivitas peternakan di Unit Pelaksana Teknis Pembibitan Ternak dan Hijauan Makanan Ternak (UPT PT dan HMT) Dinas Peternakan Jatim di Jalan Raya Tlekung, Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah melihat langsung proses pembibitan, pemuliabiakan, budidaya sapi perah hingga pengelolaan hijauan makanan ternak. Ia menilai pengelolaan UPT tersebut telah berjalan dengan baik dan memiliki produktivitas yang cukup tinggi.
“Saya merasa bahwa proses yang dilakukan bersih dan produktivitasnya juga tinggi. Kegiatan ini juga sudah memberikan PAD kepada Pemprov Jawa Timur,” kata Khofifah.
UPT PT dan HMT Batu selama ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembibitan sapi perah. Unit tersebut juga menjadi sarana pembelajaran, pelatihan, magang, penelitian, hingga agrowisata peternakan. Dinas Peternakan Jatim menyebut UPT Batu memiliki layanan penyediaan bibit sapi perah, produk olahan susu, pelatihan budidaya serta praktik kerja lapangan.
Khofifah berharap kapasitas populasi sapi perah di UPT Batu dapat terus diperbesar. Dalam kunjungan terbaru, ia menyebut populasi yang ada saat ini sekitar 100 ekor dan berharap ke depan bisa dikembangkan hingga 200 ekor.
“Mudah-mudahan kita bisa meluaskan dari 100 menjadi 200 ekor yang ada di UPT ini,” ujarnya.
Menurut Khofifah, peningkatan populasi harus berjalan beriringan dengan produktivitas. Artinya, penambahan jumlah sapi harus dibarengi dengan kualitas bibit, tata kelola peternakan dan ketersediaan pakan yang memadai.
Aspek pakan menjadi perhatian penting karena hijauan merupakan salah satu kebutuhan utama dalam budidaya sapi perah. Karena itu, pengembangan lahan hijauan makanan ternak menjadi bagian penting untuk menjaga keberlanjutan produksi.
UPT PT dan HMT Batu sendiri memiliki fungsi khusus dalam pembibitan dan pemuliabiakan sapi perah sekaligus pengembangan hijauan makanan ternak. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa ternak dan susu, tetapi juga berbagai produk olahan berbahan susu.
Khofifah menilai pola pengelolaan tersebut menunjukkan bahwa aset pemerintah daerah dapat dikembangkan menjadi unit yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
Ia berharap pengembangan peternakan sapi perah di Jawa Timur ke depan semakin terintegrasi, mulai dari penyediaan bibit unggul, pakan, budidaya, produksi susu hingga hilirisasi.
“Jadi kita berharap bahwa pengembangan peternakan, khususnya sapi perah, bisa terus kita tingkatkan. Tidak hanya dari sisi populasi, tetapi juga produktivitas dan kualitas bibit serta pakan ternaknya,” pungkasnya.












