Mbah Hosen Tutup Usia, Achsanul Qosasi Kenang Kesetiaan Suporter Tertua Madura United

IMG 8388.JPG
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi Saat mendatangi rumah duka. Foto: Istimewa

KANALMADURA.COM, PAMEKASAN – Suporter tertua Madura United, Mbah Hosen, meninggal dunia pada Sabtu (19/9/2026), setelah dikenal sebagai salah satu pendukung setia klub berjuluk Laskar Sape Kerrab tersebut.

Kabar meninggalnya Mbah Hosen disampaikan Presiden Madura United Achsanul Qosasi. Ia mengenang Mbah Hosen sebagai sosok yang memiliki loyalitas tinggi dan selalu memberikan dukungan langsung kepada tim dari tribun stadion.

“Beliau mengajari kami satu hal: mencinta tim bukan soal usia. Beliau suporter tertua kami, setia sejak Madura United baru ada,” kata Achsanul.

Mbah Hosen selama ini dikenal sebagai salah satu wajah yang akrab bagi pendukung Madura United. Ia memiliki tempat favorit di tribun bawah papan skor dan hampir selalu hadir mengenakan atribut klub ketika Laskar Sape Kerrab menjalani pertandingan kandang.

Selain menyaksikan pertandingan, Mbah Hosen juga dikenal aktif memberikan dukungan dari tribun. Ia kerap berdiri dan berjoget sepanjang pertandingan sebagai bentuk kecintaannya terhadap Madura United.

“Selalu berdiri di tribun bawah papan skor lengkap dengan atribut Madura, berjoget sepanjang pertandingan tanpa peduli usia,” ujar Achsanul.

Kepergian Mbah Hosen terjadi sehari setelah Madura United meraih kemenangan 2-1 atas PSIM Yogyakarta pada pertandingan Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, Jumat (18/9).

Kemenangan tersebut menjadi salah satu pertandingan terakhir yang berlangsung sebelum kabar duka meninggalnya Mbah Hosen diterima keluarga besar Madura United.

Dalam kurun waktu sembilan hari, Madura United juga kehilangan suporter loyal lainnya, Mimit Tirmidzi, yang lebih dahulu meninggal dunia.

Achsanul mengatakan, meninggalnya dua suporter dalam waktu berdekatan menjadi kehilangan bagi keluarga besar Madura United.

“Dalam 9 hari, tribun ini kehilangan dua penjaganya. Berat rasanya. Selamat jalan, Mbah Hosen. Terima kasih untuk kesetiaan yang tidak pernah putus,” katanya.

Mbah Hosen selama ini menjadi bagian dari suasana pertandingan Madura United melalui kehadirannya di tribun. Loyalitasnya mendukung Laskar Sape Kerrab menjadi salah satu kenangan yang ditinggalkan bagi klub dan para suporter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *