KANALMADURA.COM, PAMEKASAN — Dalam sebuah acara yang dipenuhi antusiasme masyarakat dan pemuda, sosok yang akrab disapa Bang Ali menyampaikan pidato penuh makna terkait peran pemuda, sejarah kepemimpinan, serta penegasan sikapnya terhadap dunia politik praktis.
Menerima Penghargaan “Tokoh Nusantara”
Secara mengejutkan dan tanpa diduga, Bang Ali menerima penghargaan sebagai “Tokoh Nusantara”. Ia mengaku penghargaan ini merupakan beban sekaligus amanah yang berat untuk diemban.
Dalam sambutannya, ia merefleksikan kembali perjalanan para sahabat Nabi Muhammad SAW, seperti Sayidina Abu Bakar, Sayidina Utsman, Sayidina Umar, dan Sayidina Ali, yang sebagian besar memegang peranan penting di usia muda di bawah 30 tahun.
”Makanya malam hari ini layak buat kita semuanya merayakan Sumpah Pemuda. Karenanya, di zaman Nabi sekalipun, peradaban dipikul oleh pemuda-pemuda,” ujar Bang Ali di hadapan para warga dan pemuda Pamekasan.
Bang Ali juga menyoroti pentingnya peran pemuda di masa depan, khususnya bagi kemajuan Kabupaten Pamekasan. Ia mencontohkan tokoh nasional asal Pamekasan, M. Tabrani, sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan lahirnya Bahasa Indonesia. Menurutnya, tanpa sosok M.
Tabrani, masyarakat Indonesia tidak akan bersatu menggunakan Bahasa Indonesia seperti saat ini.
Selain itu, ia juga mengenang pesan Proklamator Bung Karno yang pernah berpesan, “Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Ia optimistis bahwa pemuda Pamekasan masa kini memiliki kesiapan mental, karier, dan ketangguhan untuk menghadapi tantangan zaman.
Di penghujung sambutannya, Bang Ali memberikan klarifikasi penting sekaligus jawaban atas doa-doa dari para akademisi dan guru, termasuk Prof. Drurjum, yang mendoakannya agar kelak menjadi bupati atau gubernur.
Dengan tegas, Bang Ali menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki niat sedikit pun untuk masuk ke dalam dunia politik kepemerintahan. Keputusan ini diambil berdasarkan wasiat dari almarhumah ibundanya.
”Mohon maaf, Bang Ali tidak ada sedikit pun untuk masuk dunia politik kepemerintahan. Bang Ali cuma pengin punya sahabat-sahabat seperti malam hari ini,” ungkapnya.
Ia menyampaikan pesan almarhumah ibunya agar tidak masuk ke gelanggang politik, melainkan menjalin persahabatan dengan semua kalangan politik. Sebagai penutup, ia meminta doa kepada seluruh masyarakat Pamekasan agar senantiasa menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama manusia (khairunnas anfauhum linnas).












