KANALMADURA.COM, SUMENEP — Proses evakuasi korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya–Makassar di perairan utara Kabupaten Sumenep terus berlangsung.
Hingga pukul 15.30 WIB, tim gabungan berhasil mengevakuasi 225 orang dalam kondisi selamat dan menemukan 5 korban meninggal dunia.

Berdasarkan data manifes, kapal tersebut mengangkut 271 orang, terdiri dari 232 penumpang, 26 anak buah kapal (ABK), dan 13 ABK lainnya.
Kasi Humas Polresta Sumenep, IPDA Ardan, mengatakan proses pencarian terhadap penumpang yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, KPLP, dan kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.”Hingga update terakhir pukul 15.30 WIB, sebanyak 225 orang berhasil diselamatkan dan lima orang dinyatakan meninggal dunia. Tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan,” ujar IPDA Ardan.
Berdasarkan data sementara, para korban selamat dievakuasi menggunakan sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian, yakni:
- Meratus Project 3: 13 selamat, 1 meninggal.
- Meratus Pematang Siantar: 109 selamat, 2 meninggal.
- Prakarsa Mas: 7 selamat.
- TB Hasnur 26: 65 selamat, 1 meninggal.
- Transko Arafura: 17 selamat.
- SC Aila 17: 7 selamat.
- Aicon Daniel: 1 korban meninggal.
- Selaras Emas: 7 selamat.
Total sementara korban yang telah dievakuasi mencapai 230 orang, terdiri atas 225 selamat dan 5 meninggal dunia. Dengan jumlah penumpang sesuai manifes sebanyak 271 orang, masih terdapat 41 orang yang masih dalam proses pencarian.
IPDA Ardan menambahkan, seluruh unsur yang terlibat dalam operasi SAR masih fokus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kebakaran guna memastikan seluruh penumpang dapat ditemukan.
Sementara itu, berdasarkan perkembangan evakuasi, Kapal Meratus Pematang Siantar mulai bergeser dari lokasi kejadian menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada pukul 15.45 WIB dengan membawa sebagian korban yang telah berhasil dievakuasi.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari posko gabungan, mengingat proses pendataan identitas korban serta pencarian masih terus berlangsung dan jumlah korban dapat berubah sesuai perkembangan operasi SAR.















