Menu

Breaking News

Bencana

Ditemukan 1,15 Mil dari Perahu, Nelayan Asal Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia

badge-check

Ditemukan 1,15 Mil dari Perahu, Nelayan Asal Sumenep Ditemukan Meninggal Dunia Perbesar

KANALMADURA.COM, SUMENEP – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan nelayan atas nama Mohammad Jaenal Arifin (32), warga Desa Pangloros, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, dalam kondisi meninggal dunia.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang setelah nelayan setempat menemukan sebuah perahu dengan kondisi mesin masih menyala bergerak menuju arah darat tanpa awak, sementara peralatan pancing masih lengkap berada di atas perahu. Berdasarkan laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera melaksanakan operasi pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., Kepala Kantor SAR Surabaya selaku SAR Mission Coordinator (SMC) bilang, korban ditemukan pada Selasa (24/03) sekitar pukul 11.11 WIB. Tim SAR Gabungan mendekati koordinat 7° 3′ 59,892″ LS dan 114° 1′ 59,124″ BT atas informasi penemuan jenazah oleh nelayan sekitar. Lokasi penemuan tersebut berjarak kurang lebih 1,15 Nautical Mile (NM) dari lokasi ditemukannya kapal milik korban. Selanjutnya, korban dievakuasi menuju Dermaga Talango dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

“Setelah tiba di Dermaga Talango, jenazah korban kemudian diserahterimakan kepada pihak keluarga melalui ambulans untuk dibawa ke rumah duka guna penanganan lebih lanjut” jelasnya.

Setelah proses evakuasi selesai, pada pukul 12.30 WIB dilaksanakan debriefing oleh seluruh unsur SAR yang terlibat. Dengan telah ditemukannya korban dalam kondisi meninggal dunia, operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi diusulkan untuk ditutup. Seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih atas sinergi dan kerja sama yang telah terjalin.

Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini antara lain Pos SAR Sumenep, Polairud Sumenep, Polsek Kalianget, Koramil Kalianget, Polsek Talango, serta nelayan setempat.

Basarnas mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para nelayan, untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan saat melaut, termasuk penggunaan alat keselamatan diri serta memastikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di perairan.

“Dengan ketidakpastian cuaca saat ini, lebih baik bila nelayan mengecek dulu prakiraan cuaca, angin, dan tinggi gelombang sebelum melaut” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tiga Rumah dan Kandang Sapi di Guluk-Guluk Sumenep Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta

11 Jul 2026 - 17:20 WIB

Tiga Rumah dan Kandang Sapi di Guluk-Guluk Sumenep Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp150 Juta

Nelayan Meninggal dalam Insiden Perahu Karam di Perairan Pakamban Laok Sumenep

10 Jul 2026 - 08:42 WIB

Nelayan Meninggal dalam Insiden Perahu Karam di Perairan Pakamban Laok Sumenep

Kebakaran Toko Spare Part di Pademawu Timur, Kerugian Ditaksir Capai Rp2 Miliar

10 Apr 2026 - 19:13 WIB

Kebakaran Toko Spare Part di Pademawu Timur, Kerugian Ditaksir Capai Rp2 Miliar

BPBD Sampang Turun Tangan, Sapi Terjebak Sumur Berhasil Diselamatkan

9 Apr 2026 - 12:15 WIB

BPBD Sampang Turun Tangan, Sapi Terjebak Sumur Berhasil Diselamatkan

Wabup Pamekasan Sidak Dapur MBG di Pademawu Timur, Tekankan Standar Kebersihan dan Keamanan Pangan

28 Mar 2026 - 08:18 WIB

Wabup Pamekasan Sidak Dapur MBG di Pademawu Timur, Tekankan Standar Kebersihan dan Keamanan Pangan
Trending di Bencana