KANALMADURA.COM, SURABAYA – Jawa Timur dengan 38 kabupaten/kota dan 32,5 juta daftar pemilih menjadi barometer politik nasional. Besarnya ceruk pemilih ini menjadi medan uji kekuatan organisasi partai politik, sekaligus mengharuskan kerja nyata yang menyentuh langsung masyarakat.
Potensi itu yang dibidik Partai Perindo. Lewat Workshop Bedah Dapil dan Persiapan Verifikasi Partai Politik yang digelar di Surabaya, Sabtu (3/10/2026), Perindo memetakan kekuatan struktur hingga akar rumput untuk menghadapi agenda politik mendatang.
Sekjen DPP Partai Perindo Ferry Kurnia Rizkiyansyah menegaskan, kesiapan partai tidak cukup hanya mengandalkan struktur organisasi. Kunci utama adalah kedekatan dengan masyarakat.
“Jadi apa yang harus dilakukan dan bagaimana upaya-upaya yang ada agar kita terus dekat dengan masyarakat. Kita harus meraih masyarakat, kita harus mengambil simpati dan empati masyarakat, itu menjadi poin yang saya pikir sangat strategis dilakukan,” ujar Ferry usai workshop.
Menurut Ferry, simpati publik harus dibangun lewat jalur ekonomi kerakyatan. Ia menyebut Perindo akan memperkuat program-program lapangan seperti Warung Kita, dukungan untuk ojek online (ojol), penguatan sentra UMKM, pelatihan keterampilan, hingga pendampingan sertifikasi halal.
Langkah ini, kata dia, sejalan dengan positioning Perindo sebagai partai yang pro ekonomi rakyat. Program tersebut tidak hanya menjadi aktivitas sosial, tapi juga menjadi simpul untuk memperkuat jejaring partai di tingkat bawah.
Sementara itu, Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur Ahmad Jazuli yang akrab disapa Cak Jaz menyebut program DPP tersebut menjadi amunisi penting untuk konsolidasi di Jatim.
“Program-program yang sangat bermanfaat ini akan menjadi sebuah respon positif bagi masyarakat Jawa Timur,” kata Cak Jaz.
Cak Jaz mengakui, luasnya wilayah Jawa Timur menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Menyampaikan program hingga ke tingkat DPD di 38 kabupaten/kota membutuhkan formulasi yang tepat, terutama untuk menyasar anak muda.
“Artinya ini PR bagi kami, karena kami adalah partai yang pro dengan ekonomi, partai yang pro dengan anak-anak muda, yang hari ini kami di Perindo Jawa Timur mencoba mencarikan sebuah formulasi bagaimana mengatasi persoalan-persoalan baru, yaitu pengangguran,” jelasnya.
Persoalan pengangguran, menurut Cak Jaz, masih menjadi isu krusial di Jatim. Mulai dari lulusan SMA, SMK, mahasiswa, hingga masyarakat umum yang belum terserap lapangan kerja membutuhkan solusi kolaboratif.
“Bukan hanya dari pemerintah, bukan hanya dari banyak pihak, tapi dari kita semua harus bekerja sama bagaimana mengentaskan persoalan ini,” pungkasnya.
Workshop tersebut menjadi bagian dari road map Perindo Jatim untuk merapikan konsolidasi organisasi, pemetaan daerah pemilihan (dapil), kesiapan verifikasi partai, hingga eksekusi program ekonomi kerakyatan di lapangan.


