Breaking News

Potensi Migas Melimpah, Kesejahteraan Warga Madura Dinilai Belum Sejalan

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KANALMADURA.COM, PAMEKASAN – Kekayaan sumber daya alam yang melimpah di Pulau Madura dinilai belum mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi sorotan dalam Halaqah Energi Madura bertajuk “Kedaulatan Energi Madura: Sinergi Lokal untuk Masa Depan Berkelanjutan” yang berlangsung di Auditorium Pusat UIN Madura, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan yang digelar Senat Mahasiswa (SEMA) UIN Madura bekerja sama dengan HCML dan PT POMI itu menghadirkan sejumlah akademisi, praktisi energi, serta pemangku kepentingan untuk membahas masa depan pengelolaan energi dan sumber daya alam di Madura.

Dosen Universitas Wiraraja Sumenep, Mohammad Hidayaturrahman, menilai besarnya cadangan minyak dan gas bumi (migas) yang tersebar di sejumlah wilayah Madura, khususnya Sumenep dan Sampang, belum berbanding lurus dengan kondisi ekonomi masyarakat setempat.

Menurut dia, keberadaan sumber daya alam yang melimpah tidak serta-merta menjadi jaminan suatu daerah terbebas dari persoalan kemiskinan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  78 Personel Polres Sumenep Ikuti Ujian Beladiri Polri untuk UKP 1 Januari 2025

“Potensi migas Madura sangat besar, namun angka kemiskinan di beberapa daerah penghasil migas masih relatif tinggi. Ini menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam semata,” ujarnya.

Ia menjelaskan, faktor utama yang menentukan manfaat sumber daya alam bagi masyarakat terletak pada kebijakan dan tata kelola yang diterapkan pemerintah. Karena itu, pengelolaan migas harus dibarengi regulasi yang berpihak pada kepentingan masyarakat agar hasilnya dapat dirasakan secara lebih merata.

Selain isu migas, forum tersebut juga membahas dampak lingkungan yang ditimbulkan akibat maraknya aktivitas pertambangan ilegal di sejumlah wilayah Madura.

Dosen Universitas Annuqayah, Damanhuri, mengatakan Madura memiliki daya tarik investasi yang cukup besar berkat kekayaan sumber daya alam yang dimiliki. Namun, pengelolaan sektor tersebut masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait transparansi dan pengawasan.

Ia menyebut sedikitnya terdapat tiga faktor yang memicu maraknya tambang ilegal, yakni lemahnya regulasi dan kewenangan, rendahnya penegakan hukum, serta tekanan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat.

Baca Juga:  Kemenag Pamekasan Umumkan Pelunasan Bipih Tahap Pertama, Ini Rinciannya

“Jika eksploitasi sumber daya alam dilakukan tanpa pengelolaan yang baik, dampaknya bisa sangat serius terhadap keberlanjutan lingkungan,” kata Damanhuri.

Ia mengingatkan bahwa kerusakan lingkungan akibat eksploitasi yang tidak terkendali akan meninggalkan persoalan jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Bumi akan tetap ada, tetapi manusialah yang akan menghadapi konsekuensi dari kerusakan tersebut,” ujarnya.

Karena itu, ia mendorong adanya pengelolaan sumber daya alam yang lebih bertanggung jawab dengan dukungan regulasi yang tegas, pengawasan yang efektif, serta kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Sementara itu, perwakilan PT POMI/Paiton Energy, Rochman Hidayat, menegaskan bahwa pembangunan Madura tidak hanya bergantung pada kekayaan alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya.

Menurut dia, generasi muda Madura harus berani memiliki cita-cita besar dan tidak terjebak pada anggapan bahwa kesuksesan hanya ditentukan oleh latar belakang pendidikan tertentu.

“Orang Madura harus percaya diri untuk bermimpi besar. Kesuksesan lahir dari kemauan belajar, kerja keras, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan,” ujarnya.

Baca Juga:  Dukung Ekonomi Kerakyatan, Dandim 0826/Pamekasan Pantau Progres Koperasi Merah Putih Desa Samatan

Rochman menilai masih banyak tantangan yang perlu diselesaikan di Madura, mulai dari pembangunan infrastruktur, penyempurnaan regulasi, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kompetensi masyarakat.

Ia pun mengajak generasi muda untuk memperkuat literasi, kemampuan berpikir kritis, serta keterampilan komunikasi agar mampu bersaing di tengah dinamika global yang semakin kompetitif.

Di akhir paparannya, Rochman mengajak masyarakat untuk menghapus stigma negatif yang selama ini kerap dilekatkan pada masyarakat Madura.

“Sudah saatnya kita menunjukkan bahwa orang Madura mampu berkembang, berprestasi, dan bersaing di berbagai bidang ketika diberi kesempatan yang sama,” katanya.

Halaqah Energi Madura tersebut menjadi ruang dialog bagi berbagai pihak untuk merumuskan langkah bersama dalam mewujudkan kedaulatan energi yang tidak hanya berorientasi pada eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat serta menjaga keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Resmi Dibuka! Pragaan Fair 2026 Jadi Panggung UMKM dan Budaya Madura
Capaian Mutu RSUD Sumenep Semester I 2026: Mayoritas Indikator di Atas 90%
Polres Pamekasan Cek Keamanan Makanan SPPG, Hasilnya Bebas Formalin hingga Sianida
Kapolda Jatim Resmikan Polresta Sumenep, Kombes Ariek Indra Sentanu Dilantik Jadi Kapolresta Pertama
Festival Klenengan Sumenep 2026 Siap Semarakkan Pelestarian Gamelan Khas Madura
Pengenalan Pembuatan Keris di Sekolah dapat Dukungan Penuh dari Kadisbudpar Sumenep
Polemik Makan Bergizi Gratis di Pamekasan: Aktivis Desak Audit Total, Ancam Bawa Kasus ke BGN Pusat
Permudah Akses Donasi, BSI dan LAZISNU Jatim Perkuat Gerakan Koin NU Lewat QRIS

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 08:12 WIB

Resmi Dibuka! Pragaan Fair 2026 Jadi Panggung UMKM dan Budaya Madura

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:05 WIB

Capaian Mutu RSUD Sumenep Semester I 2026: Mayoritas Indikator di Atas 90%

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Polres Pamekasan Cek Keamanan Makanan SPPG, Hasilnya Bebas Formalin hingga Sianida

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:31 WIB

Kapolda Jatim Resmikan Polresta Sumenep, Kombes Ariek Indra Sentanu Dilantik Jadi Kapolresta Pertama

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:05 WIB

Festival Klenengan Sumenep 2026 Siap Semarakkan Pelestarian Gamelan Khas Madura

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:22 WIB

Pengenalan Pembuatan Keris di Sekolah dapat Dukungan Penuh dari Kadisbudpar Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:56 WIB

Polemik Makan Bergizi Gratis di Pamekasan: Aktivis Desak Audit Total, Ancam Bawa Kasus ke BGN Pusat

Jumat, 3 Juli 2026 - 21:00 WIB

Permudah Akses Donasi, BSI dan LAZISNU Jatim Perkuat Gerakan Koin NU Lewat QRIS

Berita Terbaru