KANALMADURA.COM, SAMPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang memetakan sebanyak 12 kecamatan dengan 78 desa masuk kategori kekeringan kritis pada musim kemarau 2026.
Sementara itu, hanya Kecamatan Ketapang dan Pangarengan yang tidak masuk dalam kategori tersebut.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan kondisi tersebut menjadi dasar percepatan penanganan dampak kekeringan, terutama pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak.
“Tahun 2026 terdapat 12 kecamatan atau 78 desa yang masuk kategori kekeringan kritis. Hanya Kecamatan Ketapang dan Pangarengan yang tidak termasuk dalam kategori tersebut,” kata Hozin.
BPBD Sampang kini tengah menyiapkan pelaksanaan dropping air bersih ke wilayah-wilayah terdampak. Distribusi air itu akan segera dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama puncak musim kemarau.
“Pelaksanaan dropping air bersih insya Allah akan segera dilaksanakan,” ujarnya.
BPBD juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak serta melaporkan apabila wilayahnya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan sesuai prioritas kebutuhan di lapangan.


















