Menu

Breaking News

Pendidikan

90 Kilometer Demi Gelar Magister Hukum, Nur Ahmadi Raih Predikat Lulusan Terbaik

badge-check

90 Kilometer Demi Gelar Magister Hukum, Nur Ahmadi Raih Predikat Lulusan Terbaik Perbesar

KANALMADURA.COM, PAMEKASAN — Perjalanan panjang dari rumah menuju kampus tidak menyurutkan langkah Nur Ahmadi dalam menuntaskan pendidikan Magister Hukum di Universitas Madura (Unira), Pamekasan.

Demi mengikuti perkuliahan, advokat asal Kabupaten Sampang itu harus menempuh perjalanan sekitar 90 kilometer sekali jalan.

Dengan demikian, dalam satu kali perjalanan pulang-pergi, Ahmadi harus menempuh sekitar 180 kilometer. Jarak tersebut ia jalani secara rutin, bahkan ketika perkuliahan masih dilaksanakan secara tatap muka setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Pria kelahiran Sampang, 5 Maret 1981, itu mengaku terbiasa berangkat sebelum subuh agar dapat tiba di kampus tepat waktu.

“Kalau saya berangkat setelah subuh, khawatir karena pasar-pasar tradisional di kecamatan kadang macet. Jadi, biar tidak terlambat, saya berangkat sebelum subuh,” ujar Ahmadi saat ditemui usai prosesi yudisium.

Ahmadi tinggal di Dusun Tlagah Timur, Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang. Selain menjalani aktivitas akademik, ia juga harus membagi waktu dengan profesinya sebagai praktisi hukum serta tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga dan ayah dari tiga anak.

Bagi Ahmadi, melanjutkan pendidikan ke jenjang magister bukan sekadar mengejar gelar akademik. Pendidikan tersebut menjadi bagian dari upayanya memperdalam wawasan dan keilmuan yang berkaitan langsung dengan profesinya sebagai advokat.

“Kalau kita sudah membulatkan tekad untuk menimba ilmu, ya harus serius dan betul-betul ditekuni. Tentunya juga dengan berdoa dan dukungan dari istri, orang tua, serta keluarga,” katanya.

Perjuangan mahasiswa angkatan 2024 itu akhirnya membuahkan hasil membanggakan. Ahmadi berhasil menyelesaikan pendidikan Magister Hukum dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,00 sekaligus menyandang predikat sebagai lulusan terbaik.

Menariknya, predikat tersebut bukanlah target utama yang sejak awal ia kejar. Ahmadi mengaku lebih memilih memusatkan perhatian pada proses belajar dan bagaimana ilmu yang diperolehnya benar-benar dapat dipahami secara mendalam.

“Yang penting saya maksimal dalam kuliah untuk mendapatkan ilmu yang benar-benar mendalam. Soal nilai terbaik atau bagaimana, itu tidak terlalu saya pikirkan,” tuturnya.

Menurut Ahmadi, perjalanan puluhan kilometer, kesibukan sebagai advokat, serta kewajiban terhadap keluarga justru menjadi bagian dari proses yang membuat perjuangannya semakin berarti. Ia meyakini bahwa keterbatasan waktu dan jarak bukan alasan untuk berhenti meningkatkan kapasitas diri.

Ia pun mengajak generasi muda untuk berani menetapkan cita-cita dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesibukan maupun berbagai keterbatasan.

“Jangan takut bermimpi. Apa pun dan siapa pun Anda, kalau berusaha dan berdoa, insya Allah pasti ada jalan,” ucapnya.

Kisah Ahmadi menjadi gambaran bahwa pendidikan tidak selalu ditempuh melalui jalan yang mudah. Jarak 90 kilometer, kesibukan profesi, serta tanggung jawab keluarga tidak menghalanginya untuk terus belajar.

Bagi Ahmadi, keberhasilan meraih IPK 4,00 bukanlah garis akhir. Gelar Magister Hukum justru menjadi bekal baru untuk terus mengembangkan keilmuan dan memberikan manfaat melalui profesinya sebagai praktisi hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Raih IPK Sempurna 4,00, Advokat Asal Sampang Jadi Lulusan Terbaik Magister Hukum Unira

22 Agu 2026 - 14:53 WIB

Raih IPK Sempurna 4,00, Advokat Asal Sampang Jadi Lulusan Terbaik Magister Hukum Unira

Polresta Sumenep Bekali 140 Pelajar MAN dengan Literasi AI, Dorong Generasi Muda Bijak di Era Digital

19 Agu 2026 - 08:33 WIB

Polresta Sumenep Bekali 140 Pelajar MAN dengan Literasi AI, Dorong Generasi Muda Bijak di Era Digital

256 Wali Santri Al Mujtama’ Dalami Metode Tilawati Demi Generasi Qur’ani

4 Agu 2026 - 08:11 WIB

256 Wali Santri Al Mujtama’ Dalami Metode Tilawati Demi Generasi Qur’ani

Pramuka Ponpes Nurul Islam Ganding Gelar SFC V 2026, Jadi Ajang Silaturahmi dan Kompetisi Penggalang Se-Madura Plus

31 Jul 2026 - 13:51 WIB

Pramuka Ponpes Nurul Islam Ganding Gelar SFC V 2026, Jadi Ajang Silaturahmi dan Kompetisi Penggalang Se-Madura Plus

Wujudkan Pengabdian Masyarakat, PENS Kampus Sumenep Luncurkan Website Berfitur Virtual Tour di SMAN 1 Pamekasan

31 Jul 2026 - 05:21 WIB

Wujudkan Pengabdian Masyarakat, PENS Kampus Sumenep Luncurkan Website Berfitur Virtual Tour di SMAN 1 Pamekasan
Trending di Pendidikan