PAMEKASAN, – Demi menimba ilmu, Nur Ahmadi rela menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 180 kilometer dari tempat tinggalnya di Desa Tlagah, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang menuju Universitas Madura (Unira), Pamekasan. Perjuangan advokat sekaligus ayah tiga anak ini membuahkan hasil manis setelah ia dinobatkan sebagai lulusan terbaik Magister Hukum Unira dengan IPK sempurna 4,00.
Selama masa perkuliahan, Ahmadi harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan studi. Pada masa kuliah tatap muka, pria kelahiran 5 Maret 1981 ini bahkan konsisten berangkat sebelum subuh untuk menghindari kemacetan di sejumlah pasar tradisional.

“Kalau berangkat setelah subuh, khawatir terjebak macet. Jadi saya pilih berangkat lebih awal agar tidak terlambat,” ujar mahasiswa angkatan 2024 tersebut usai prosesi Yudisium, Sabtu (22/8/2026).
Ahmadi menegaskan bahwa predikat terbaik bukanlah target utamanya, melainkan pemahaman ilmu yang maksimal untuk menunjang profesinya. Ia pun berpesan kepada generasi muda agar tidak ragu mengejar cita-cita. “Jangan takut bermimpi. Selagi ada kemauan, kerja keras, dan doa, pasti ada jalan,” pungkanya.


















