Breaking News

Hj. Ansari Serukan Aksi Nyata: Advokasi dan Reformasi Pendidikan Jadi Kunci Cegah Kekerasan Seksual

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KANALMADURA.COM, PAMEKASAN — Upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual tak bisa lagi dilakukan secara parsial. Anggota DPR RI Komisi VIII, Hj. Ansari, menegaskan perlunya langkah konkret, terintegrasi, dan berkelanjutan saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) yang digelar PC GMNI Pamekasan, Rabu (6/5/2026).

Dalam forum tersebut, Hj. Ansari memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif GMNI yang mengangkat isu kekerasan seksual ke ruang publik. Menurutnya, diskusi semacam ini bukan sekadar forum intelektual, melainkan wadah strategis untuk merumuskan solusi nyata atas persoalan sosial yang kian kompleks.

“Ini langkah penting untuk meminimalisir berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, khususnya kekerasan seksual,” ujarnya.

Baca Juga:  Jelang Ramadhan, Satgas Pangan Polres Pamekasan Pastikan Stok Bapokting di Pasar Aman dan Stabil

Ia menegaskan bahwa perlindungan terhadap perempuan dan anak merupakan amanat konstitusi yang tidak bisa ditawar. Negara, kata dia, harus hadir secara penuh dalam setiap proses penanganan, mulai dari pencegahan hingga pemulihan korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penanganannya tidak boleh setengah-setengah. Korban itu tidak hanya satu, dampaknya bisa meluas. Negara wajib hadir memberikan perlindungan maksimal,” tegasnya.

Lebih jauh, Hj. Ansari mendorong agar hasil FGD tidak berhenti sebagai wacana, tetapi ditindaklanjuti melalui advokasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, dinas terkait, aparat penegak hukum, hingga organisasi masyarakat.

Baca Juga:  Inovasi Digital RSUD Sumenep Mudahkan Akses Layanan dan Tingkatkan Keselamatan Pasien

“Forum ini harus melahirkan aksi nyata. Libatkan semua pihak, mulai dari dinas pemberdayaan perempuan, kepolisian, hingga elemen hukum lainnya,” katanya.

Di sisi lain, ia juga menyoroti tantangan era digital yang dinilai turut berkontribusi terhadap maraknya kasus kekerasan seksual, terutama melalui penyebaran konten negatif. Karena itu, literasi digital menjadi aspek krusial yang harus diperkuat.

“Digitalisasi tidak bisa dihindari. Yang harus kita lakukan adalah memperkuat edukasi agar masyarakat, khususnya generasi muda, bijak dalam bermedia sosial dan tidak terjerumus pada konten asusila,” jelasnya.

Tak hanya itu, Hj. Ansari mengungkapkan bahwa Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendidikan, termasuk di lingkungan pondok pesantren.

Baca Juga:  Kapolres Sumenep Inspeksi Mendadak Penjual Kembang Api di Hari Pertama Ramadhan

Evaluasi tersebut, lanjutnya, akan mencakup kualitas sumber daya manusia, sistem pengawasan, hingga standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan dalam lembaga pendidikan.

“Kami bersama Menteri PPPA akan mengevaluasi seluruh aktivitas pendidikan di pondok pesantren, termasuk kualitas SDM dan SOP-nya. Ini penting untuk memastikan lingkungan pendidikan benar-benar aman,” pungkasnya.

FGD ini menjadi penegasan bahwa perang melawan kekerasan seksual membutuhkan komitmen kolektif, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Advokasi yang kuat dan sistem pendidikan yang berintegritas diyakini menjadi fondasi utama dalam menciptakan ruang aman bagi semua.

Penulis : Ratu

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Polres Pamekasan Perketat Pengamanan SPBU, Pastikan BBM Aman dan Distribusi Lancar
Peringati Hardiknas, DPRD Sumenep Tekan Pentingnya SDM Unggul dan Berdaya Saing
Evakuasi Darurat di Laut Utara Jawa, ABK Asal Myanmar Diselamatkan Tim SAR Gabungan
Kampanyekan Electrifying Lifestyle, PLN UP3 Madura Percepat Pembangunan JTM di Bangkalan
Kartini dan Peran Perempuan, Srikandi PLN UP3 Madura Hadirkan Program Edukasi di Pamekasan
Hari Buruh, PLN UP3 Madura Utamakan Kesehatan Pegawai Demi Layanan Optimal
Polres Sumenep Perkuat Sinergi, Kapolres Pimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas
Semangat Kartini Menyala di Pesantren: YBM PLN UP3 Madura Salurkan Beasiswa untuk Santri Tahfidz

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 17:12 WIB

Hj. Ansari Serukan Aksi Nyata: Advokasi dan Reformasi Pendidikan Jadi Kunci Cegah Kekerasan Seksual

Senin, 4 Mei 2026 - 13:51 WIB

Polres Pamekasan Perketat Pengamanan SPBU, Pastikan BBM Aman dan Distribusi Lancar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:22 WIB

Peringati Hardiknas, DPRD Sumenep Tekan Pentingnya SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:36 WIB

Evakuasi Darurat di Laut Utara Jawa, ABK Asal Myanmar Diselamatkan Tim SAR Gabungan

Kamis, 30 April 2026 - 17:25 WIB

Kampanyekan Electrifying Lifestyle, PLN UP3 Madura Percepat Pembangunan JTM di Bangkalan

Kamis, 30 April 2026 - 15:48 WIB

Kartini dan Peran Perempuan, Srikandi PLN UP3 Madura Hadirkan Program Edukasi di Pamekasan

Kamis, 30 April 2026 - 15:42 WIB

Hari Buruh, PLN UP3 Madura Utamakan Kesehatan Pegawai Demi Layanan Optimal

Kamis, 30 April 2026 - 10:29 WIB

Polres Sumenep Perkuat Sinergi, Kapolres Pimpin Apel Besar Sabuk Kamtibmas

Berita Terbaru