KANALMADURA.COM, SUMENEP – Peringatan Hari Kartini di bulan April kembali dimaknai secara lebih substansial melalui aksi nyata di bidang pendidikan.
Tidak sekadar seremoni, semangat emansipasi dan perjuangan literasi yang diwariskan R.A. Kartini diwujudkan dalam bentuk kepedulian terhadap generasi muda, khususnya para penghafal Al-Qur’an.
YBM PLN UP3 Madura mengambil peran dengan menyalurkan bantuan biaya pendidikan kepada santri Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Senin (27/4/2026).
Program ini menjadi bagian dari komitmen sosial untuk mendukung keberlanjutan pendidikan berbasis keagamaan di Madura.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 10 santri tingkat SMP Tahfidz Al-Qur’an terpilih sebagai penerima manfaat, terdiri dari enam santri putra dan empat santri putri. Bantuan tersebut diharapkan mampu mendorong semangat mereka dalam menghafal Al-Qur’an sekaligus menempuh pendidikan formal secara optimal.
Penyerahan bantuan berlangsung khidmat di Desa Pragaan Laok. Manager PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, secara langsung menyerahkan bantuan kepada Kepala SMP Tahfidz Al-Qur’an, Akh. Habibi Walidil Kutub, M.Pd., disaksikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, KH. Dr. Ahmad Fauzi Tidjani, MA, serta jajaran pengurus YBM PLN.
Ketua YBM PLN UP3 Madura, Wildan Firdaus, dan Asman Keuangan dan Umum, Nur Lella Catur Trisno W, turut hadir memastikan penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran sebagai bentuk amanah dari para muzaki.
Manager PLN UP3 Madura, Fahmi Fahresi, menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kepedulian PLN terhadap dunia pendidikan, khususnya bagi generasi Qurani.
“Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan bangsa, sebagaimana yang diperjuangkan R.A. Kartini. Melalui YBM PLN, kami ingin hadir memberikan dukungan agar para santri penghafal Al-Qur’an tetap semangat, tidak merasa sendiri, dan terus berprestasi,” ujarnya.
Kehadiran bantuan ini disambut hangat oleh keluarga besar pesantren. Selain menjadi motivasi bagi para santri, program ini juga mencerminkan nilai inklusivitas pendidikan. Keterlibatan santri putri sebagai penerima manfaat menjadi simbol bahwa akses pendidikan yang setara terus diperjuangkan, selaras dengan cita-cita Kartini dalam memajukan perempuan.
Melalui langkah ini, YBM PLN UP3 Madura menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan kelistrikan, tetapi juga sebagai bagian dari gerakan sosial yang membawa “cahaya” bagi masyarakat. Dukungan terhadap santri tahfidz diharapkan mampu melahirkan generasi unggul yang seimbang antara kecerdasan intelektual dan kekuatan spiritual.
Penulis : Redaksi


