KANALMADURA.COM, SURABAYA – Aksi cepat dan terkoordinasi kembali ditunjukkan tim SAR gabungan dalam mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) asal Myanmar, Su Pyae (27), yang mengalami kondisi medis darurat di tengah laut, Sabtu (3/5/2026) pagi.
Proses evakuasi berlangsung di perairan utara Pulau Karang Jamuang, setelah Kantor SAR Kelas A Surabaya menerima sinyal permintaan bantuan medis dari kapal MV Ocean Road berbendera Panama. Korban diketahui menderita torsio testis, kondisi serius yang memerlukan penanganan medis segera.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., menegaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu laporan diterima.“Begitu menerima permintaan evakuasi medis, kami segera mengerahkan KN SAR 249 Permadi menuju titik intercept untuk memberikan pertolongan secepat mungkin,” ujar Nanang.
KN SAR 249 Permadi diberangkatkan dari Dermaga Distrik Navigasi Pelabuhan Tanjung Perak pada pukul 04.10 WIB, menempuh jarak sekitar 65,2 mil laut menuju lokasi pertemuan dengan kapal target.
Setibanya di titik intercept pada pukul 06.40 WIB, kapal SAR langsung melakukan manuver sandar di sisi kiri MV Ocean Road guna memulai proses evakuasi.
Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, Didit Arie R., yang bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC), menjelaskan bahwa prosedur evakuasi dilakukan dengan standar keselamatan tinggi.“Setelah sandar dinyatakan aman, tim gabungan yang terdiri dari rescuer BASARNAS, tenaga medis RS PHC, dan perwakilan agen kapal naik ke kapal untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap korban,” jelas Didit.
Tim medis dari RS PHC Surabaya kemudian melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi Su Pyae, termasuk memantau tekanan darah serta keluhan utama yang dialami korban. Setelah dinyatakan layak untuk dipindahkan, proses evakuasi dilakukan dengan pengamanan ketat.
Pada pukul 07.25 WIB, korban berhasil dievakuasi ke KN SAR 249 Permadi dan kapal segera bertolak kembali menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Selama perjalanan, kondisi korban terus dipantau intensif oleh tim medis dan personel SAR.
Sekitar pukul 10.30 WIB, KN SAR 249 Permadi akhirnya sandar di Dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke RS PHC Surabaya untuk mendapatkan penanganan lanjutan.“Dengan telah dievakuasinya korban ke RS PHC Surabaya, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” tegas Nanang.
Keberhasilan operasi ini tidak lepas dari sinergi berbagai unsur SAR gabungan. BASARNAS menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, di antaranya KSOP Utama Tanjung Perak, Ditpolairud Polda Jatim, Kantor Imigrasi Tanjung Perak, KKP Kelas I Surabaya, RS PHC Surabaya, Bea Cukai Tanjung Perak, serta agen kapal.
Aksi sigap ini menjadi bukti nyata kesiapsiagaan tim SAR dalam merespons kondisi darurat di laut, sekaligus memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga.
Penulis : Redaksi


