Breaking News

Mengetuk Pintu Keadilan: Jeritan Hati Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan yang Merindukan Ruang Kelas

Senin, 22 Juni 2026 - 20:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KANALMADURA.COM, PAMEKASAN – Gerbang sekolah boleh saja terkunci rapat oleh rantai sengketa, namun semangat belajar puluhan siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan tidak lantas padam. Didorong oleh rasa rindu yang mendalam akan riuhnya suasana kelas, puluhan siswa melangkahkan kaki menuju Polres Pamekasan pada Senin (22/6/2026). Kehadiran mereka bukan untuk berseteru, melainkan untuk membawa satu harapan sederhana: kembalikan hak mereka untuk belajar.

Konflik penyegelan yang bermula sejak Mei lalu kini memasuki babak baru. Di tengah ketidakpastian hukum yang bergulir, para siswa berdiri di garis depan, menyuarakan aspirasi agar ruang-ruang kelas mereka segera dibebaskan dari belenggu konflik.

Dengan mata berkaca-kaca, Nayla, salah seorang siswi, menumpahkan kekecewaannya. Bagi Nayla dan teman-temannya, layar gawai dalam pembelajaran daring tidak akan pernah bisa menggantikan kehangatan interaksi guru dan murid.

“Kami datang ke sini membawa asa agar sekolah kami kembali dibuka. Kami rindu ruang kelas, kami butuh laboratorium untuk mempraktikkan ilmu, dan kami butuh fasilitas yang kini terkurung di dalam sana. Mengapa suara dan masa depan kami seolah dikesampingkan?” keluhnya pilu.

Baca Juga:  Mentri pendidikan Hadiri Launching Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Pamekasan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jeritan senada bergema dari siswa lainnya. Mereka menyayangkan mengapa dinamika sengketa yang tidak mereka pahami harus mengorbankan hak-hak dasar mereka sebagai generasi penerus bangsa.

Di sisi lain, koridor hukum terus bergerak. Pihak kepolisian mulai mengurai benang kusut sengketa ini dengan memanggil dan meminta klarifikasi dari pihak-pihak yang terlibat dalam pusaran kepemilikan lahan dan bangunan sekolah.

IPDA Yoni Evan Humas Polres Pamekasan mengonfirmasi bahwa agenda pemeriksaan hari ini berfokus pada pendalaman bukti kepemilikan formal atas tanah yang menjadi objek sengketa.

Baca Juga:  Wisuda ke-9 STAI Al-Mujtama Pamekasan: Targetkan Naik Status Menjadi Institut dan Perkuat Peradaban Al-Qur'an

“Hari ini kami mengagendakan klarifikasi terhadap pihak yang mengklaim kepemilikan sertifikat tanah atas objek yang saat ini ditempati oleh SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan, yakni atas nama Arofatin Nisa,” terangnya.

Demi menegakkan keadilan yang berimbang, pihak kepolisian telah menyusun garis lintasan penyelidikan sebagai berikut:

– masih akan melakukan klarifikasi/ pemeriksaan kepada pihak terkait.

– ⁠memfaktakan substansi pengaduan.

– ⁠akan memediasi para pihak terkait.

Selanjutnya menunggu perkembangan lebih lanjut” Ujarnya.

kuasa hukum dari pihak yang mengklaim kepemilikan tanah berpendapat bahwa urusan keberlanjutan edukasi sepenuhnya berada di pundak penyelenggara institusi. Namun, pernyataan ini terasa getir di telinga para siswa dan masyarakat. Kenyataan di lapangan memperlihatkan bahwa dampak penyegelan ini secara nyata telah melumpuhkan aktivitas ratusan siswa, guru, dan staf yang menggantungkan asa mereka di sekolah tersebut.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Ajak Petani Sumenep Diversifikasi ke Sayuran Bernilai Tinggi

Menanggapi situasi ini, Yayasan Kunci Ilmu selaku payung hukum sekolah menegaskan komitmennya. Fokus utama yayasan saat ini bukanlah memenangkan ego, melainkan membentengi hak belajar anak didik mereka agar tidak terusik oleh konflik eksternal.

Sejalan dengan hal tersebut, para pengamat pendidikan mengingatkan bahwa institusi pendidikan memiliki marwah yang harus dijaga. Dalam konflik agraria atau administrasi apa pun, hak anak-anak untuk mengecap pendidikan adalah amanat konstitusi yang mutlak dan harus ditempatkan di atas kepentingan materi.

Hingga laporan ini diturunkan, bayang-bayang ketidakpastian masih menggelayuti SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan. Namun, di dalam hati setiap siswa yang datang ke Polres hari ini, tersimpan doa dan harapan besar agar pintu-pintu kelas mereka kembali terbuka lebar, mengizinkan mereka kembali merajut cita-cita tanpa perlu dihantui rasa cemas akan hari esok.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Puluhan Ribu Anak di Pamekasan Ikuti Senam Massal, Raih Rekor MURI
Mentri pendidikan Hadiri Launching Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Pamekasan
Guru Honorer Cemas Tak Tercatat di Dapodik, Komisi IV DPRD Sumenep: Pengabdian Tak Bisa Diabaikan
JMP Masuk Kampus! Kelas Jurnalis di STAI Al Mujtama Cetak Mahasiswa Kritis dan Berintegritas
Peringati Hardiknas, DPRD Sumenep Tekan Pentingnya SDM Unggul dan Berdaya Saing
Ketua DPRD Sumenep Dorong Hardiknas 2026 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Berkualitas
Demi Transparansi MBG, Pusat Penelitian dan Pengaduan MBG Madura Resmi Deklarasi di Pamekasan
Local Pride! Dari Pamekasan ke Tiongkok, Hadyatullah Buktikan Anak Daerah Bisa Jadi Lulusan Terbaik

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 20:21 WIB

Mengetuk Pintu Keadilan: Jeritan Hati Siswa SMK Kesehatan Nusantara Pamekasan yang Merindukan Ruang Kelas

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:46 WIB

Puluhan Ribu Anak di Pamekasan Ikuti Senam Massal, Raih Rekor MURI

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:43 WIB

Mentri pendidikan Hadiri Launching Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Pamekasan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:41 WIB

Guru Honorer Cemas Tak Tercatat di Dapodik, Komisi IV DPRD Sumenep: Pengabdian Tak Bisa Diabaikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:49 WIB

JMP Masuk Kampus! Kelas Jurnalis di STAI Al Mujtama Cetak Mahasiswa Kritis dan Berintegritas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:22 WIB

Peringati Hardiknas, DPRD Sumenep Tekan Pentingnya SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:38 WIB

Ketua DPRD Sumenep Dorong Hardiknas 2026 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Berkualitas

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:58 WIB

Demi Transparansi MBG, Pusat Penelitian dan Pengaduan MBG Madura Resmi Deklarasi di Pamekasan

Berita Terbaru