KANALMADURA.COM, SURABAYA – Setelah melalui proses penanganan yang cukup menantang, tim SAR gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi Jerry Felizarta (26), anak buah kapal (ABK) MV Girolando Express berkebangsaan Filipina yang dilaporkan mengalami sakit saat bekerja di ruang mesin. Evakuasi dilakukan pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 10.17 WIB.
SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit P.H., menjelaskan bahwa KN SAR 249 Permadi bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan darurat.
“KN SAR 249 Permadi tiba di titik intercept pada pukul 09.23 WIB. Selanjutnya, pukul 09.35 WIB, kapal berhasil melakukan tender dengan MV Girolando Express,” ujarnya.
Tak lama setelahnya, tepat pukul 09.40 WIB, tim rescuer BASARNAS naik ke kapal kargo tersebut untuk melakukan pemeriksaan medis awal dan menyiapkan proses packing patient sebelum dipindahkan ke KN SAR 249 Permadi.
Kasi Operasi Kantor SAR Kelas A Surabaya yang juga bertindak sebagai On Scene Coordinator (OSC), Didit Arie Ristandy, menjelaskan bahwa proses pemindahan Jerry memerlukan kehati-hatian tinggi.
“Setelah dipacking di tandu, korban dievakuasi menggunakan crane milik MV Girolando Express. Prosesnya menggunakan metode lowering karena posisi kapal kami berada lebih rendah,” kata Didit.
Metode lowering umum digunakan dalam evakuasi vertikal, terutama ketika korban berada di kapal yang lebih tinggi dari kapal penyelamat.
Pada pukul 10.17 WIB, Jerry berhasil dipindahkan ke KN SAR 249 Permadi. Kapal kemudian bergerak menuju Terminal Mirah, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sambil terus memberikan pemantauan medis selama pelayaran.
Didit menambahkan bahwa selama perjalanan dari perairan Karang Jamuang, kondisi Jerry terus dipantau oleh tenaga medis dari KKP Tanjung Perak dan RS PHC.
“Monitoring kesehatannya kami lakukan secara intensif hingga kapal sandar, untuk memastikan korban tetap stabil,” jelasnya.
Pada pukul 12.30 WIB, KN SAR 249 Permadi tiba di Dermaga Mirah. Jerry kemudian dibawa ke RS PHC Tanjung Perak untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
Operasi penyelamatan ini melibatkan koordinasi berbagai instansi, di antaranya: Kantor SAR Kelas A Surabaya, Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak, Syahbandar Gresik, VTS Surabaya, KKP Tanjung Perak, RS PHC, KSOP Tanjung Perak, Polairud Mabes Polri, Polairud Polda Jawa Timur, Bea Cukai Tanjung Perak, Pangkalan PLP Tanjung Perak, Distrik Navigasi, Tanjung Perak, Kantor Imigrasi, Agen MV Girolando Express dan Unsur pendukung lainnya
SMC Nanang Sigit menyampaikan apresiasinya atas kerja sama seluruh unsur SAR.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Dengan dievakuasinya korban ke rumah sakit, operasi SAR kami nyatakan selesai dan ditutup,” ujar Nanang.


