KANALMADURA.COM, SAMPANG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menghadirkan program Pasar Murah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah kemarau panjang yang masih melanda sejumlah wilayah.
Kali ini, Pasar Murah digelar di Desa Kedundung, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut menyasar masyarakat, khususnya warga yang terdampak kekeringan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa hadir langsung meninjau pelaksanaan Pasar Murah. Ia didampingi Bupati Sampang Slamet Junaidi.
Berbagai kebutuhan pokok disediakan dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga pasar. Kebijakan tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan di tengah kondisi kemarau panjang.
Khofifah mengatakan, kemarau panjang tidak hanya berdampak terhadap ketersediaan air bersih, tetapi juga berpotensi memengaruhi ketahanan pangan dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Di tengah kemarau panjang seperti sekarang, kita ingin kebutuhan masyarakat tetap bisa terpenuhi, kemudian daya beli masyarakat juga tetap terjaga,” ujar Khofifah.
Menurutnya, Pasar Murah menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim memperluas jangkauan distribusi pangan hingga ke tingkat desa. Dengan begitu, masyarakat di daerah yang terdampak kekeringan tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.
“Ini upaya kita melakukan penjangkauan terhadap supply logistik di berbagai daerah. Harapannya, penjangkauan ini bisa membantu memfasilitasi pemenuhan kebutuhan logistik masyarakat,” katanya.
Sembako Disubsidi Pemprov Jatim
Khofifah menjelaskan, harga murah yang ditawarkan dalam kegiatan tersebut dapat diberikan karena sejumlah komoditas mendapatkan subsidi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Kalau hari ini masyarakat ke pasar membeli minyak goreng dengan harga sekian, di pasar murah ini semua sembako yang dijual di bawah harga pasar. Karena memang ada subsidi dari Pemprov,” jelasnya.
Dalam Pasar Murah di Desa Kedundung, Pemprov Jatim menyediakan 10 komoditas pangan strategis dengan harga yang telah disubsidi.
Berikut daftar komoditas yang disediakan:
- Beras premium: Rp14.000 per kilogram
- Beras medium SPHP: Rp11.000 per kilogram
- Minyak goreng: Rp13.000 per liter
- Tepung terigu: Rp10.000 per kilogram
- Gula pasir: Rp14.000 per kilogram
- Bawang putih: Rp6.000 per 250 gram
- Bawang merah: Rp6.000 per 250 gram
- Paket cabai: Rp5.000 per 200 gram
- Telur ayam ras: Rp20.000 per pak
- Daging ayam ras: Rp32.000 per pak
Kehadiran berbagai komoditas tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, terutama warga yang berada di wilayah terdampak kekeringan.
Khofifah menegaskan, Pasar Murah yang digelar Pemprov Jatim bukan untuk menggantikan program pemerintah kabupaten maupun kota, melainkan menjadi bagian yang saling melengkapi.
“Yang kita lakukan sesungguhnya bersifat substitusi dari apa yang sudah dilakukan bupati dan wali kota. Jadi saling komplementaritas,” imbuhnya.
Dengan pola tersebut, intervensi pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan dapat dilakukan secara bersama-sama, baik oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah daerah.
Tak hanya menjual kebutuhan pokok, Pasar Murah di Sampang juga memberikan ruang bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) lokal untuk memasarkan produk mereka.
Kehadiran produk-produk IKM tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha daerah untuk memperkenalkan sekaligus memperluas pemasaran produk lokal kepada masyarakat.
Khofifah berharap kegiatan Pasar Murah dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama warga yang sedang menghadapi dampak kemarau panjang.
“Semoga Pasar Murah ini bisa membantu. InsyaAllah manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.








