KANALMADURA.COM, SIDOARJO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan melanda hampir seluruh wilayah Jawa Timur pada periode 11 hingga 20 Januari 2026.
Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, hingga angin kencang.
Kepala Stasiun Meteorologi Juanda, Taufiq Hermawan, peningkatan intensitas hujan dan cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh sejumlah faktor atmosfer yang saat ini terpantau aktif di wilayah Jawa Timur. Salah satunya adalah menguatnya Monsun Asia yang membawa massa udara basah ke wilayah Indonesia.
“Aktivitas gelombang Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintas di atas Jawa Timur turut mendorong pertumbuhan awan hujan secara signifikan. Faktor lain yang memperparah kondisi cuaca adalah terbentuknya pola konvergensi angin, suhu muka laut yang relatif hangat di Selat Madura, serta peningkatan kecepatan angin yang terpantau mencapai hingga 28 knot,” katanya.
BMKG mencatat, hampir seluruh wilayah Jawa Timur masuk dalam zona waspada. Wilayah tersebut meliputi kawasan metropolitan seperti Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan Malang Raya. Daerah dengan topografi perbukitan dan pegunungan, seperti Banyuwangi, Kota Batu, Jember, Lumajang, dan Pacitan, juga berpotensi terdampak signifikan.
Sementara itu, sejumlah wilayah lain seperti Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep, Bojonegoro, Tuban, serta daerah sekitarnya juga tidak luput dari ancaman cuaca ekstrem.
“Masyarakat yang berada di daerah dengan topografi curam, perbukitan, maupun daerah aliran sungai diharapkan lebih waspada terhadap potensi banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, serta kondisi jalan yang licin,” ujar Taufiq.
Ia menambahkan, saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan yang diprakirakan masih akan berlangsung hingga Februari 2026.
“Intensitas hujan diperkirakan masih cukup tinggi, sehingga kami mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan mengikuti informasi resmi dari BMKG,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengajak masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca secara real-time melalui kanal resmi, antara lain:
- Website: stamet-juanda.bmkg.go.id
- Radar Cuaca: stamet-juanda.bmkg.go.id/radar/
- Media Sosial: @infobmkgjuanda
- Layanan WhatsApp: 0895-8003-00011
Penulis : Redaksi


