KANALMADURA.COM, PAMEKASAN — Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) ke-26 BEM Nusantara Jawa Timur yang digelar di UIN Madura menjadi forum strategis dalam membahas penguatan industri rokok lokal sekaligus peningkatan kesejahteraan petani tembakau.
Koordinator Daerah BEM Nusantara Jawa Timur, Deni Oktaviano Pratama, menegaskan bahwa penerapan Layer 3 atau skema cukai berbasis UMKM menjadi langkah penting dalam mendorong modernisasi industri tembakau nasional.
“Layer 3 ini bukan sekadar kebijakan fiskal, tetapi bagian dari transformasi industri rokok lokal agar lebih efisien, transparan, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam forum RAPIMDA 26.
Ia menjelaskan, petani tembakau memiliki peran vital sebagai penyedia bahan baku utama. Karena itu, dukungan terhadap petani harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembinaan, peningkatan kapasitas, hingga akses pasar yang lebih luas.
“Petani tembakau tidak boleh hanya ditempatkan sebagai produsen bahan mentah. Mereka harus menjadi bagian penting dalam ekosistem industri yang modern dan adaptif,” tegasnya.
Menurut Deni, penerapan Layer 3 membuka peluang terciptanya sistem pengelolaan berbasis data yang lebih terstruktur. Sistem ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi rantai pasok, memperkuat pengawasan mutu produk, serta mendorong transparansi dalam perdagangan tembakau.
Selain itu, keberhasilan implementasi kebijakan tersebut membutuhkan kolaborasi lintas sektor, termasuk pelaku industri dan komunitas petani. Sejumlah program pendampingan, pelatihan, dan edukasi disebut terus digencarkan untuk memastikan kesiapan petani dalam menghadapi perubahan sistem.
“Sinergi menjadi kunci. Tanpa kolaborasi yang kuat, kebijakan ini tidak akan berjalan optimal di lapangan,” tambahnya.
Penerapan Layer 3 juga diharapkan mampu membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi dari komoditas tembakau. Langkah ini sejalan dengan upaya mendorong industri rokok lokal agar lebih inklusif dan berdaya saing.
Sebagai informasi, Layer 3 merupakan pendekatan sistemik yang mengintegrasikan kebijakan dengan pemberdayaan pelaku usaha kecil dan menengah dalam rantai pasok industri tembakau. Skema ini dirancang untuk menciptakan tata kelola industri yang lebih transparan, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui forum RAPIMDA ini, BEM Nusantara Jawa Timur berharap lahir rekomendasi konkret yang dapat memperkuat industri rokok lokal sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani tembakau di Indonesia.
Penulis : Redaksi


