KANALMADURA.COM, SURABAYA — Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii bersama Wakil Menteri Perhubungan Komjen Pol. (Purn.) Drs. Suntana, M.Si., serta Direktur Utama PT Jasa Raharja Dr. Ir. Muhammad Awaluddin, M.B.A., mengunjungi para penyintas kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang tengah menjalani perawatan di RS PHC Surabaya, Senin (3/8).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian sekaligus memastikan seluruh korban yang selamat mendapatkan pelayanan medis secara optimal pasca insiden kebakaran kapal penumpang yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, pada Minggu (2/8).

Dalam kesempatan itu, Mohammad Syafii menyampaikan bahwa pemerintah terus memberikan perhatian penuh terhadap kondisi para penyintas, baik dari sisi kesehatan maupun proses pemulangan mereka ke daerah asal.
“Kami ingin memastikan seluruh survivor memperoleh penanganan medis yang terbaik sehingga kondisinya segera pulih dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya,” kata Mohammad Syafii.
Salah satu penyintas yang mendapat perhatian khusus adalah seorang balita berusia dua tahun asal Sulawesi Selatan. Balita tersebut dievakuasi bersama ayahnya menggunakan Kapal Meratus Pematang Siantar dan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya pada Minggu (2/8) sekitar pukul 23.50 WIB sebelum dirujuk ke RS PHC Surabaya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Jawa Timur saat proses pendataan di Gapura Surya Nusantara (GSN), balita tersebut sempat mengalami mual dan muntah akibat insiden yang dialaminya. Setelah memperoleh penanganan intensif di rumah sakit, kondisi kesehatannya dilaporkan berangsur membaik.
Hingga Senin siang, tercatat sebanyak 11 penyintas telah dirujuk ke fasilitas kesehatan. Sebanyak sembilan orang merupakan korban yang dievakuasi menggunakan Kapal Meratus Pematang Siantar, sedangkan dua orang lainnya dievakuasi oleh KRI Nala dan dirawat di RS PHC Surabaya.
Sementara itu, empat korban lainnya yang dievakuasi menggunakan SC Aila XVII mendapatkan penanganan di RSI Garam Kalianget setelah lebih dahulu dibawa ke Pelabuhan Kalianget menggunakan KN SAR 249 Permadi.
Usai meninjau para korban di rumah sakit, rombongan Kabasarnas melanjutkan kunjungan ke Posko SAR Gabungan di Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
Dalam keterangannya, Mohammad Syafii mengungkapkan bahwa hasil pencocokan data terbaru menunjukkan jumlah penumpang KMP Mutiara Sentosa II yang telah berhasil dievakuasi mencapai 233 orang.
“Berdasarkan hasil pencocokan data, total penumpang yang telah dievakuasi sebanyak 233 orang, terdiri atas 228 orang selamat dan lima orang meninggal dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan, proses evakuasi masih terus berlanjut. Sejumlah penumpang yang sebelumnya dievakuasi menggunakan TB Hasnur 26 telah dibawa menuju Pulau Masalembo dan selanjutnya dijemput KN Masalembo milik Distrik Navigasi Tanjung Perak untuk diberangkatkan ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.
“Saat ini kita menunggu untuk menerima korban yang dievakuasi dari Masalembo,” kata Mohammad Syafii.
Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan memastikan proses evakuasi, pendataan, pelayanan kesehatan, hingga penanganan terhadap seluruh korban dilakukan secara terpadu guna memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi para penyintas maupun keluarga korban.














