KANALMADURA.COM, SAMPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga dua santri yang meninggal akibat tenggelam di area danau bekas galian kapur Bukit Jaddih, Kabupaten Bangkalan.
Peristiwa tragis tersebut terjadi saat para santri tengah mengikuti kegiatan latihan di kawasan bukit.
Dua korban masing-masing bernama Muh. Nasiruddin Adrai (8), warga Desa Panggung, Kecamatan Sampang, serta Salman Alfarisi (8), santri asal Tandes, Surabaya, yang orang tuanya berdomisili di Desa Astapah, Kecamatan Omben, Sampang.
Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, mewakili Kalaksa BPBD Sampang Chandra Amin bilang, kejadian bermula ketika sejumlah santri Ponpes Jabal Qur’an Desa Jaddih tengah melakukan latihan di area bukit pada Jumat sore. Salah satu anak tiba-tiba hilang dari rombongan, kemudian dicari oleh teman-temannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari keterangan para santri, anak yang hilang tersebut diduga berenang di danau bekas galian. Lima teman lainnya berupaya membantu, namun justru ikut tenggelam. Seorang santri yang menyaksikan kejadian itu kemudian berlari meminta pertolongan kepada pengasuh dan warga sekitar.
Para santri dievakuasi ke puskesmas sekitar pukul 17.30 WIB menggunakan sepeda motor oleh para pengasuh. Saat tiba, para korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan tanda-tanda pupil membesar dan sianosis pada kuku. Sementara itu, salah satu pengasuh mengalami syok berat setelah melihat para santri tenggelam dan harus dirujuk ke RSUD.
ia menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi resmi pada Jumat, 21 November 2025, pukul 17.30 WIB, dan langsung melakukan tindak lanjut.
“Begitu laporan kami terima, tim langsung kami gerakkan untuk menyalurkan bantuan logistik kepada keluarga korban. Ini bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap duka yang dialami keluarga,” ujarnya.
Orang tua korban pertama, Muh. Nasiruddin, menerima kabar dari pengasuh pondok sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu mereka berada di Kediri untuk mengantar putri pertama mondok. Mereka segera pulang dan menuju Puskesmas Jaddih, kemudian membawa jenazah putranya ke rumah duka.
Jenazah tiba di Desa Panggung pukul 22.15 WIB, dimandikan, dishalatkan, dan dimakamkan keesokan paginya pukul 07.00 WIB.
Sementara itu, keluarga korban kedua, Salman Alfarisi, dihubungi pengasuh pondok sekitar pukul 17.00 WIB. Mereka diberitahu bahwa putranya turut menjadi korban tenggelam di area galian kapur dekat pesantren.
Jenazah Salman tiba di rumah duka di Desa Astapah pukul 22.00 WIB, dimandikan, dishalatkan, dan dimakamkan pada Kamis, 20 November 2025, pukul 23.00 WIB.
Dalam respon cepat tersebut, BPBD Sampang mendistribusikan sejumlah bantuan logistik, meliputi: Tambahan gizi, Makanan siap saji, Lauk pauk, Terpal, Peralatan masak, Peralatan makan dan Kompor.
BPBD Sampang menegaskan bahwa dukungan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam membantu keluarga korban.
“Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga. BPBD juga terus berkoordinasi dengan pihak desa dan pesantren untuk memastikan proses penanganan berjalan baik,” katanya.


