KANALMADURA.COM, PAMEKASAN – Aksi kemanusiaan Bawang Mas Center (BMC) Pamekasan untuk korban bencana hidrometeorologi di Aceh dilakukan dengan pendekatan terukur.
Selain mengirimkan bantuan senilai sekitar Rp500 juta, BMC juga menurunkan relawan untuk memastikan distribusi logistik tepat sasaran dan sesuai kebutuhan warga terdampak.
Bantuan kemanusiaan tersebut secara resmi diberangkatkan dari Kantor BMC Pamekasan, Kamis (18/12/2025). Sementara itu, empat relawan asal Pamekasan dilaporkan telah lebih dulu berada di Aceh dan bergabung dengan sekitar 37 relawan lainnya yang menangani pendistribusian serta pendampingan masyarakat di lokasi bencana.
Owner BMC Pamekasan, Khairul Umam Handinagoro, menegaskan bahwa bantuan yang dikirim tidak bersifat umum, melainkan disesuaikan dengan hasil pemetaan kebutuhan mendesak di lapangan.
“Saya menyerahkan dana sekitar Rp500 juta kepada tim BMC untuk dibelikan logistik sesuai kebutuhan masyarakat Aceh. Jadi yang dikirim benar-benar barang yang dibutuhkan, bukan sekadar bantuan simbolis,” ujar Khairul Umam Handinagoro, atau yang akrab disapa H. Her.
Ia menyebut, Aceh menjadi prioritas karena dampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah cukup berat dan membutuhkan penanganan cepat. Oleh karena itu, BMC memilih pengiriman melalui jalur udara agar bantuan dan relawan dapat segera menjangkau titik-titik terdampak.
“Kami menggunakan pesawat supaya bantuan bisa lebih cepat sampai. Relawan yang sudah di lokasi juga langsung bergerak mengatur teknis distribusi,” jelasnya.
Menurut H. Her, keterlibatan relawan di lapangan menjadi kunci agar proses penyaluran bantuan berjalan efektif dan tidak menumpuk di satu titik saja. Relawan juga berperan dalam pendampingan warga selama masa tanggap darurat.
“Bantuan harus sampai ke tangan warga yang benar-benar membutuhkan. Karena itu kami tidak hanya mengirim barang, tetapi juga orang,” tegasnya.
Meski saat ini fokus utama masih tertuju pada Aceh, BMC Pamekasan membuka peluang penyaluran bantuan lanjutan ke wilayah lain di Sumatera, dengan mempertimbangkan perkembangan situasi dan efektivitas distribusi di Aceh.
“Setelah Aceh tertangani dengan baik, baru kami evaluasi kemungkinan bantuan ke daerah lain,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa gerakan kemanusiaan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan empati masyarakat Madura terhadap sesama anak bangsa yang tertimpa musibah.
“Ini bagian dari kepedulian orang Madura. Kami ingin memastikan saudara-saudara kami di Aceh tidak merasa sendirian menghadapi bencana,” pungkasnya.
Penulis : Daus


