KANALMADURA.COM, SAMPANG – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah utara Kabupaten Sampang selama hampir tiga jam pada Rabu (5/11/2025) malam menyebabkan sejumlah daerah tergenang banjir.
Air mulai meluap dari beberapa kecamatan seperti Robatal, Omben, Tambelangan, Karang Penang, dan Kedungdung sejak malam hingga dini hari.
Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Hozin, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah hulu memicu meluapnya aliran sungai di beberapa titik.
“Hujan deras selama sekitar tiga jam di wilayah utara seperti Kedungdung, Robatal, Karang Penang, Omben, dan Tambelangan membuat debit air meningkat. Air mulai meluap sekitar pukul 21.00 WIB di Omben dan disusul wilayah Tambelangan sekitar pukul 00.00 WIB,” terangnya, Kamis (6/11/2025).
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan yang disampaikan, sejumlah titik di wilayah perkotaan mulai terendam banjir. Sementara ada sekitar 450 KK terdampak luapan sugai.
“Luapan air sungai sudah masuk ke akses Jalan Imam Bonjol dan depan SMP Negeri 6 Sampang dengan ketinggian sekitar 5 sentimeter. Di kawasan Pemuda Baru genangan mencapai 10 sentimeter,” ujarnya.
Sementara itu, di beberapa desa ketinggian air bervariasi. Di Desa Prajjan air sudah mulai surut, sedangkan di Desa Pangilen genangan masih mencapai sekitar 30 sentimeter. Di Desa Banyumas air bahkan mencapai 70 sentimeter, dan di Desa Kemuning sekitar 40 sentimeter.
Situasi terkini menunjukkan genangan di kawasan Desa Prajjan, Kecamatan Camplong, masih cukup tinggi.
“Air di jalan raya Desa Prajan, Camplong, mencapai sekitar 70 hingga 80 sentimeter. Petugas masih terus memantau perkembangan di lapangan,” tambah Hozin.
BPBD Sampang bersama aparat gabungan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan pemerintah kecamatan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan, mengingat potensi hujan masih tinggi di wilayah utara Sampang.


