Breaking News

HGN 2025; Bupati Dorong Sekolah Humanis, PGRI Serukan Keberanian Guru Tanpa Rasa Takut

Sabtu, 6 Desember 2025 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KANALMADURA.COM, PAMEKASAN – Momentum Apel dan Resepsi Hari Ulang Tahun PGRI ke-80 dan Peringatan Hari Guru Nasional 2025 menjadi panggung penting bagi Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk menegaskan komitmen memperkuat lingkungan pendidikan yang bebas bullying dan semakin ramah bagi peserta didik.

Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, menegaskan perlunya terobosan konkret untuk memastikan sekolah menjadi ruang yang aman dan menyenangkan bagi anak-anak. Ia menyampaikan dua fokus utama yang perlu dikuatkan pada tahun mendatang.

“Kita ingin sekolah-sekolah di Pamekasan benar-benar menjadi Sekolah Ramah Anak. Tempat di mana anak merasa betah, nyaman, dan aman dari tindakan perundungan,” terang Bupati.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali pembelajaran di luar ruangan sebagai bagian dari inovasi pendidikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Siswa TK DWP Semampir Kenal Lebih Dekat Tugas Basarnas Lewat Kunjungan Edukatif ke Kantor SAR Surabaya

“Outdoor learning harus diterapkan di semua tingkatan. Mulai dari KB, TK, SD, SMP, sampai SMA. Anak-anak perlu belajar bersama alam, mengenali lingkungan, agar mental mereka lebih kuat,” tambahnya.

Ia mencontohkan beberapa lokasi yang potensial menjadi ruang belajar luar kelas, seperti Puncak Ratu, wilayah Pakong, hingga kawasan Talang Siring. Menurutnya, pembelajaran outdoor mampu membentuk kepedulian lingkungan sekaligus karakter yang lebih tangguh.

Bupati juga menyinggung pentingnya dedikasi guru, yang menurutnya tidak boleh hanya diukur dari penghasilan semata. Ia meminta pemerintah memberi perhatian khusus kepada guru-guru yang memiliki rekam jejak pengabdian yang baik.

Untuk memacu kinerja guru, Bupati mengusulkan perubahan mekanisme penghargaan pada tahun depan.

“Tidak hanya juara satu, dua, atau tiga. Kita usulkan adanya ‘The Best Ten’ atau bahkan ‘The Best Twenty’ untuk guru SD, SMP, dan SMA, karena jumlah sekolah kita banyak. Khusus kepala sekolah cukup The Best Three,” tegasnya.

Baca Juga:  JMP Masuk Kampus! Kelas Jurnalis di STAI Al Mujtama Cetak Mahasiswa Kritis dan Berintegritas

Menurutnya, pemberian penghargaan menjadi pemicu penting yang mampu meningkatkan motivasi, tidak hanya sekadar instruksi struktural.

Sementara itu, Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pamekasan, H. Jamil, M.Pd., mengingatkan kembali beratnya tantangan yang kini dihadapi para pendidik.

“Guru adalah pilar peradaban. Di tangan gurulah masa depan bangsa dibentuk. Namun hari ini guru berhadapan dengan degradasi moral dan gempuran teknologi yang luar biasa,” ucapnya dalam sambutan.

Ia menambahkan bahwa guru kerap berada dalam posisi dilema saat menjalankan tugas.

Baca Juga:  Peringati Hardiknas, DPRD Sumenep Tekan Pentingnya SDM Unggul dan Berdaya Saing

“Guru dituntut tegas untuk membentuk karakter, tapi di lain sisi ada rasa takut dikelirukan, bahkan dibawa ke jalur hukum. Kekhawatiran ini melemahkan keberanian guru bertindak demi kebaikan murid,” jelas Jamil.

Karena itu, PGRI Pamekasan meminta dukungan dari aparat penegak hukum agar kasus-kasus yang melibatkan guru saat menjalankan tugas pendidikan dapat diselesaikan lebih dulu dengan pendekatan mediasi.

“Kami berharap ada instruksi jelas dari kepolisian maupun kejaksaan agar persoalan guru bisa menempuh jalur mediasi atau restorative justice sebelum hukum formal ditegakkan,” tegasnya.

Dengan berbagai masukan tersebut, momentum Hari Guru Nasional di Pamekasan tak hanya menjadi perayaan, tetapi juga dorongan kuat untuk membenahi sistem, memperkuat guru, serta memastikan sekolah menjadi tempat tumbuh yang sehat bagi generasi mendatang.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Puluhan Ribu Anak di Pamekasan Ikuti Senam Massal, Raih Rekor MURI
Mentri pendidikan Hadiri Launching Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Pamekasan
Guru Honorer Cemas Tak Tercatat di Dapodik, Komisi IV DPRD Sumenep: Pengabdian Tak Bisa Diabaikan
JMP Masuk Kampus! Kelas Jurnalis di STAI Al Mujtama Cetak Mahasiswa Kritis dan Berintegritas
Peringati Hardiknas, DPRD Sumenep Tekan Pentingnya SDM Unggul dan Berdaya Saing
Ketua DPRD Sumenep Dorong Hardiknas 2026 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Berkualitas
Demi Transparansi MBG, Pusat Penelitian dan Pengaduan MBG Madura Resmi Deklarasi di Pamekasan
Local Pride! Dari Pamekasan ke Tiongkok, Hadyatullah Buktikan Anak Daerah Bisa Jadi Lulusan Terbaik

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:46 WIB

Puluhan Ribu Anak di Pamekasan Ikuti Senam Massal, Raih Rekor MURI

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:43 WIB

Mentri pendidikan Hadiri Launching Pondok Pesantren Darul Arqom Muhammadiyah Pamekasan

Senin, 11 Mei 2026 - 20:41 WIB

Guru Honorer Cemas Tak Tercatat di Dapodik, Komisi IV DPRD Sumenep: Pengabdian Tak Bisa Diabaikan

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:49 WIB

JMP Masuk Kampus! Kelas Jurnalis di STAI Al Mujtama Cetak Mahasiswa Kritis dan Berintegritas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:22 WIB

Peringati Hardiknas, DPRD Sumenep Tekan Pentingnya SDM Unggul dan Berdaya Saing

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:38 WIB

Ketua DPRD Sumenep Dorong Hardiknas 2026 Jadi Momentum Penguatan Pendidikan Berkualitas

Kamis, 12 Maret 2026 - 15:58 WIB

Demi Transparansi MBG, Pusat Penelitian dan Pengaduan MBG Madura Resmi Deklarasi di Pamekasan

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:47 WIB

Local Pride! Dari Pamekasan ke Tiongkok, Hadyatullah Buktikan Anak Daerah Bisa Jadi Lulusan Terbaik

Berita Terbaru