KANALMADURA.COM, PAMEKASAN – Usia senja tak menyurutkan semangat Suidah, warga Dusun Tironan, Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, untuk terus mengabdikan diri kepada masyarakat. Di usianya yang telah menginjak 100 tahun, Suidah masih aktif mengajar mengaji bagi warga di dusun setempat, meski hidup sebatang kara.
Ketulusan dan semangat pengabdian Suidah menjadi perhatian Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari. Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan Suidah, bantuan alat bantu dengar disalurkan melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).
Bagi Hj. Ansari, sosok Suidah menghadirkan pelajaran berharga tentang ketulusan dalam mengabdikan diri. Di tengah keterbatasan usia dan kondisi hidup yang dijalani seorang diri, Suidah tetap berupaya berbagi ilmu agama kepada masyarakat.
“Saya terharu melihat semangat Ibu Suidah. Di usia 100 tahun, beliau masih mengabdikan diri mengajar ngaji. Semoga bantuan ini bermanfaat dan semangat beliau menjadi inspirasi bagi kita semua,” ujar Hj. Ansari.
Bantuan alat bantu dengar tersebut diharapkan dapat membantu Suidah menjalani aktivitas sehari-hari, terutama dalam berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk ketika menjalankan aktivitas mengajar mengaji.
Penyaluran bantuan ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan alat bantu untuk menunjang aktivitas dan kualitas hidupnya. Melalui Program ATENSI, bantuan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata sesuai dengan kebutuhan penerima.
Kisah Suidah menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu diukur dari besarnya langkah atau panjangnya usia produktif. Di usianya yang telah mencapai satu abad, semangatnya untuk terus mengajarkan ilmu agama menunjukkan bahwa ketulusan berbagi dan memberi manfaat bagi sesama dapat terus tumbuh sepanjang hayat.









