KANALMADURA.COM, PAMEKASAN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan resmi melantik jajaran pengurus baru pada Sabtu (09/05/2026). Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh seluruh jajaran pengurus DPC serta Pengurus Anak Cabang (PAC) dari 13 kecamatan se-Kabupaten Pamekasan.
Instruksi Khusus DPD Jawa Timur
Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Taufadi, mengungkapkan bahwa pelaksanaan pelantikan ini dilakukan berdasarkan instruksi langsung dari Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH. Said Abdullah. Taufadi menjelaskan bahwa awalnya ia sempat mengajukan permohonan penundaan jadwal.
“Awalnya kami mengajukan agar pelantikan diundur hingga saya selesai menunaikan ibadah haji. Namun, atas petunjuk Bapak Said Abdullah, pelantikan serentak ini harus tetap dilaksanakan hari ini tanpa penundaan,” ujar Taufadi di hadapan para kader.
Dalam arahannya, Taufadi menekankan bahwa PDI Perjuangan Pamekasan harus mulai “berlari kencang” untuk mengejar ketertinggalan dibandingkan kabupaten lain di Madura. Hal ini menjadi krusial, terutama di tengah wacana penerapan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) yang berpotensi merambah hingga tingkat daerah.
Taufadi menegaskan bahwa PDIP Pamekasan wajib bekerja ekstra keras untuk memastikan tidak ada kekosongan kursi di legislatif pada kontestasi mendatang.”Target kami jelas dan terukur: PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan setidaknya harus memiliki satu keterwakilan kursi di setiap Daerah Pemilihan (Dapil). Sanggup?” seru Taufadi yang disambut teriakan siap oleh para kader.
Struktur kepengurusan DPC PDI Perjuangan Pamekasan periode ini tampil lebih segar dan inklusif. Partai berlambang banteng moncong putih ini secara strategis merancang komposisi pengurus yang adaptif terhadap perubahan zaman, dengan rincian:
20% Kalangan Milenial, Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan elektoral, mengingat mayoritas pemilih di masa depan didominasi oleh generasi muda.30% Keterwakilan Perempuan: Sebagai komitmen partai dalam menjaga inklusivitas dan memberikan ruang bagi kepemimpinan perempuan di politik.
Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Daniel Rohi, menekankan pentingnya regenerasi ini. Menurut anggota DPRD Provinsi Jatim tersebut, keterlibatan anak muda adalah kunci keberlanjutan partai.
“Melibatkan milenial adalah sebuah keniscayaan. Kami ingin membuktikan bahwa PDI Perjuangan bukan hanya partai orang tua, melainkan partai yang ramah dan adaptif terhadap aspirasi anak muda,” jelas Daniel.
Selain milenial, partai juga memberikan perhatian khusus pada Gen Z. PDI Perjuangan mendorong generasi termuda ini untuk mulai melek politik dan terlibat aktif dalam struktur organisasi. Hal ini bertujuan agar program-program kebijakan yang dihasilkan partai di masa depan dapat menjawab aspirasi dan kebutuhan nyata para pemuda secara langsung.
Penulis : Ratu
Editor : Redaksi


