KanalMadura.com,Sumenep – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027. Kegiatan itu berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep.
Musrenbang tersebut menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat sekaligus penyelarasan arah kebijakan pembangunan daerah. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, akademisi, hingga perwakilan masyarakat umum.
Kepala Bappeda Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto, menyatakan bahwa Musrenbang merupakan fondasi penting untuk mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel.
“Melalui forum ini, kami berkomitmen menghadirkan perencanaan pembangunan yang melibatkan semua pihak, sehingga hasilnya benar-benar berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Arif.
Menurutnya, forum tersebut juga menjadi instrumen strategis untuk menyelaraskan prioritas pembangunan daerah dengan kebijakan nasional dan provinsi. Dengan demikian, program yang dihasilkan diharapkan tepat sasaran dan berdaya guna tinggi.
Arif menjelaskan, proses perencanaan telah dilakukan secara sistematis dan berjenjang. Tahapan dimulai dari Musyawarah Desa (Musdes) pada Juli–September 2025, dilanjutkan Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Januari 2026, Musrenbang tingkat kecamatan pada Februari 2026, hingga forum perangkat daerah pada Maret 2026.
Dari rangkaian proses tersebut, sebanyak 771 usulan masyarakat berhasil dihimpun melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) RI. Angka itu dinilai mencerminkan tingginya partisipasi publik sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk menyusun prioritas program yang sesuai kebutuhan riil masyarakat.
Arif menambahkan, sinergi dan komitmen seluruh pihak sangat dibutuhkan agar perencanaan pembangunan 2027 mampu mendorong transformasi yang lebih berkualitas. Suasana Musrenbang berlangsung dinamis dengan diskusi yang konstruktif.
Penulis : Za
Editor : Redaksi


