KANALMADURA.COM, SAMPANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang melakukan survei lapangan menyusul laporan munculnya suara gemuruh dari dalam tanah di area persawahan Dusun Bangsal, Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Senin (3/8).
Fenomena tersebut dilaporkan terjadi di lahan sawah percaton yang saat itu sedang digarap oleh dua warga, yakni Sadiri (50) dan Agusyanto (30), warga Dusun Pelampean, Desa Gunung Eleh. Selain suara gemuruh, saat sawah tergenang air juga terlihat gelembung-gelembung udara yang muncul dari permukaan tanah sebelum akhirnya menghilang.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Mohammad Hozin, mengatakan pihaknya langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan awal bersama sejumlah instansi terkait setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Tim BPBD bersama pihak terkait telah melakukan survei ke lokasi guna mengetahui kondisi di lapangan serta mengumpulkan informasi awal mengenai fenomena yang dilaporkan warga,” kata Hozin.
Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan masyarakat setempat, suara gemuruh dari dalam tanah bukanlah kejadian baru. Fenomena itu disebut sudah terjadi sejak bertahun-tahun lalu, namun kemunculannya tidak berlangsung terus-menerus.
“Menurut informasi warga, bunyi gemuruh tersebut kadang muncul, kemudian hilang dalam waktu tertentu. Saat lahan sawah tergenang air juga sering terlihat gelembung udara keluar dari dalam tanah sebelum akhirnya menghilang,” ujarnya.
Hozin menambahkan, hingga saat ini belum dapat dipastikan penyebab munculnya suara gemuruh maupun gelembung udara tersebut. Karena itu, BPBD akan berkoordinasi lebih lanjut dengan instansi teknis untuk melakukan kajian mendalam.
“Kami masih melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar fenomena ini dapat diteliti lebih lanjut sehingga penyebabnya dapat diketahui secara ilmiah,” katanya.
Dalam peninjauan tersebut, BPBD Kabupaten Sampang berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sampang, serta masyarakat setempat.
Hingga survei dilakukan pada Senin sekitar pukul 11.15 WIB, tidak ditemukan adanya korban maupun kerusakan akibat fenomena tersebut. Meski demikian, warga diimbau tetap waspada dan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD apabila terjadi perubahan kondisi di lokasi.












