Breaking News

Hadapi Musim Hujan, BPBD Sampang Pemetakan Risiko Bencana di 14 Kecamatan

Jumat, 31 Oktober 2025 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KANALMADURA.COM,SAMPANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang mulai melakukan pemetaan tingkat ancaman berbagai jenis bencana hidrometeorologi di 14 kecamatan menjelang musim hujan tahun 2025–2026.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang meningkat selama periode perubahan cuaca ekstrem di wilayah Madura bagian tengah tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Sampang melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Mohammad Hozin, mengungkapkan bahwa hasil kajian terbaru menunjukkan cuaca ekstrem menjadi ancaman paling dominan dengan tingkat risiko tinggi di hampir seluruh kecamatan. Selain itu, banjir dan tanah longsor juga termasuk dalam kategori risiko tinggi hingga sedang di sejumlah wilayah.

“Hasil analisis menunjukkan bahwa cuaca ekstrem dan banjir mendominasi ancaman hidrometeorologi di Kabupaten Sampang. Data ini menjadi acuan bagi kami untuk menyusun rencana mitigasi dan kesiapsiagaan yang lebih terfokus,” ujar Hozin kepada Kanal Madura, Jumat (31/10/2025).

Baca Juga:  Diduga Microsleep, Truk Kayu Asal Situbondo Terguling di Burneh

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BPBD Sampang membagi tingkat ancaman menjadi beberapa kelas bahaya. Berdasarkan data resmi, kategori risiko bencana ditetapkan sebagai berikut:

Risiko Tinggi: Banjir dan Tanah Longsor

Risiko Sedang: Gelombang Ekstrem & Abrasi, Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Gempabumi, dan Tsunami

Ancaman Banjir Tinggi di Kecamatan Torjun, Pengarengan, Sampang, Camplong, Omben, Banyuates, Robatal, Karangpenang, dan Ketapang.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Resmi Terapkan Pembatasan Jam Malam Untuk Anak Muda

Cuaca Ekstrem Risiko Tinggi di Sreseh, Torjun, Sampang, Camplong, Kedungdung, Jrengik, Tambelangan, Banyuates, Robatal, Karangpenang, dan Ketapang.

Tsunami Risiko Tinggi di Kecamatan Sokobanah dan Ketapang, serta risiko sedang di Sreseh, Torjun, Pengarengan, Sampang, Camplong, dan Banyuates.

Gelombang Ekstrem & Abrasi Risiko Sedang di hampir seluruh kecamatan pesisir seperti Sreseh, Torjun, Camplong, Banyuates, dan Ketapang.

Risiko Relatif Rendah untuk Gempabumi ditemukan di Kecamatan Kedungdung dan Jrengik.

BPBD Sampang mengimbau masyarakat di seluruh kecamatan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman banjir dan cuaca ekstrem yang mendominasi hasil kajian.

“Kami berharap masyarakat aktif melaporkan potensi bahaya di lingkungannya, seperti saluran air tersumbat atau tanah yang mulai labil. Pencegahan lebih baik daripada penanganan setelah bencana,” tambah Hozin.

Baca Juga:  Bocah 11 Tahun di Sampang Meninggal Tenggelam saat Memancing di Tambak Nila

Selain memperkuat kesiapsiagaan internal, BPBD juga mendorong kolaborasi lintas instansi, mulai dari pemerintah desa, TNI-Polri, hingga relawan kebencanaan.

“Upaya pengurangan risiko bencana tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan sinergi semua pihak serta partisipasi aktif masyarakat agar dampak bencana dapat ditekan sekecil mungkin,”
pungkasnya.

Langkah pemetaan ini akan menjadi dasar penyusunan rencana kontinjensi dan sistem peringatan dini (early warning system) selama musim penghujan berlangsung. BPBD menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci utama menghadapi dinamika cuaca yang semakin ekstrem di wilayah Sampang dan sekitarnya.

Berita Terkait

Semangat Kartini Menyala di Pesantren: YBM PLN UP3 Madura Salurkan Beasiswa untuk Santri Tahfidz
Polisi Intensifkan Pengawasan SPBU di Pamekasan, Antisipasi Penimbunan BBM
Optimisme Petani Tembakau Pamekasan Menguat di Awal Musim Tanam
RAPIMDA BEM Nusantara Jatim di UIN Madura Soroti Penguatan Industri Rokok Lokal dan Kesejahteraan Petani Tembakau
Satlantas Polres Sumenep Gelar Operasi Gabungan Bersama Bapenda, Tegakkan Disiplin Berlalu Lintas
Polres Sumenep Perkuat Sinergi Antisipasi Isu BBM dan Kenaikan Harga Bahan Pokok
Gubernur Jatim Lepas Kloter Perdana Haji 2026 dari Surabaya
Cegah Kecurangan, Kapolres Sumenep Pantau Distribusi Minyakita di Pasar Anom

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 09:53 WIB

Semangat Kartini Menyala di Pesantren: YBM PLN UP3 Madura Salurkan Beasiswa untuk Santri Tahfidz

Senin, 27 April 2026 - 16:08 WIB

Polisi Intensifkan Pengawasan SPBU di Pamekasan, Antisipasi Penimbunan BBM

Minggu, 26 April 2026 - 08:51 WIB

Optimisme Petani Tembakau Pamekasan Menguat di Awal Musim Tanam

Kamis, 23 April 2026 - 15:04 WIB

RAPIMDA BEM Nusantara Jatim di UIN Madura Soroti Penguatan Industri Rokok Lokal dan Kesejahteraan Petani Tembakau

Rabu, 22 April 2026 - 10:14 WIB

Satlantas Polres Sumenep Gelar Operasi Gabungan Bersama Bapenda, Tegakkan Disiplin Berlalu Lintas

Rabu, 22 April 2026 - 09:38 WIB

Polres Sumenep Perkuat Sinergi Antisipasi Isu BBM dan Kenaikan Harga Bahan Pokok

Rabu, 22 April 2026 - 09:08 WIB

Gubernur Jatim Lepas Kloter Perdana Haji 2026 dari Surabaya

Rabu, 22 April 2026 - 06:32 WIB

Cegah Kecurangan, Kapolres Sumenep Pantau Distribusi Minyakita di Pasar Anom

Berita Terbaru

Peristiwa

Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Perairan Selat Madura

Selasa, 28 Apr 2026 - 14:24 WIB