Breaking News

Tuntut Kepastian, Massa Kepung DPRD Pamekasan terkait BPJS PBI-D

Selasa, 9 Desember 2025 - 15:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KANALMADURA.COM, PAMEKASAN — Ratusan warga memadati depan Gedung DPRD Pamekasan, Selasa (09/12/2025), mempertanyakan penonaktifan massal kartu BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBI-D).

Suasana aksi sempat memanas hingga terjadi pengrusakan fasilitas gedung karena massa merasa tidak memperoleh jawaban yang jelas dari pemerintah daerah maupun legislatif.

Koordinator Lapangan, Rahmad Kurnia Irawan, mengatakan aksi tersebut membawa tiga tuntutan utama kepada Pemkab dan 45 anggota DPRD. Tuntutan pertama dan paling mendesak adalah pembukaan kembali seluruh kartu BPJS PBI-D yang dinonaktifkan tanpa pemberitahuan memadai.

“Sebanyak 224 warga sudah melapor ke posko dalam empat hari. Sebagian besar bayi dan anak-anak. Mereka mendesak kartunya segera diaktifkan kembali,” tegas Rahmad.

Baca Juga:  Kerangka Manusia Ditemukan di Lubang Galian Desa Tambaan Camplong

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga mengungkap satu kasus mendesak yang memicu kemarahan massa, yakni seorang ibu hamil yang diprediksi melahirkan dua hari lagi, namun kartu BPJS miliknya justru berstatus nonaktif.

“Baru setelah terjadi pengrusakan fasilitas di DPRD, ada yang bertanggung jawab terhadap kasus ibu hamil itu. Padahal BPJS-nya dinonaktifkan,” katanya.

Rahmad menyebut banyak warga baru mengetahui kepesertaan mereka terhenti ketika hendak berobat. Menurutnya, proses pengurusan SKTM hingga aktivasi kartu melalui Dinas Sosial seringkali memakan waktu lama.

“Tapi setelah kita dampingi ke Dinas Sosial, hari itu juga langsung aktif. Berarti kan ini ada permainan di sistem,” tudingnya.

Baca Juga:  RSUD Sumenep Kantongi Akreditasi Paripurna, Layanan Digital dan Status Tipe B Kian Diperkuat

Menanggapi tuntutan massa, Plh Sekda Pamekasan, Taufiqurrahman, menegaskan bahwa penonaktifan kartu PBI-D bukan keputusan daerah semata, melainkan bagian dari kebijakan pemerintah pusat melalui skema Desil.

“Berdasarkan Data Konsolidasi Bersih, warga Desil 1 sampai 5 wajib ditanggung Pemda. Sementara 86 ribu yang dinonaktifkan kemungkinan masuk Desil 6 sampai 10, yang menurut pusat dianggap mampu,” jelasnya.

Meski demikian, Taufiqurrahman memastikan masyarakat yang merasa miskin meski masuk kelompok nonaktif tetap bisa mengajukan verifikasi ulang ke Dinas Sosial.

“Warga yang keberatan bisa melapor untuk diverifikasi. Jika memenuhi syarat, kartunya tetap bisa diaktifkan kembali,” ujarnya.

Baca Juga:  Diduga Kena Jambret, Kecelakaan Tunggal di Pegantenan Tewaskan Nenek 60 Tahun

Ia juga menyinggung persoalan utang BPJS yang sempat mencuat dalam aksi tersebut.

“Utang BPJS sebesar Rp43 miliar itu riil. Sudah kita anggarkan untuk tahun 2026, termasuk pembiayaan peserta Desil 1 sampai 5,” tambahnya.

Pemerintah daerah mengingatkan masyarakat untuk tidak menunggu hingga sakit untuk memeriksa status kepesertaan BPJS Kesehatan. Taufiqurrahman menjelaskan bahwa pendaftaran baru memiliki jeda aktivasi.

“Jika pendaftaran dilakukan setelah tanggal 15, kartu baru aktif dua bulan kemudian. Jadi harus dicek lebih awal.”

Hingga sore hari, massa masih bertahan di depan kantor DPRD, menunggu kepastian langkah lanjutan dari Pemkab dan legislatif terkait penonaktifan ribuan kartu PBI-D tersebut.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Legislator Madura Soroti Fasilitas Haji 2026, Sebut Hotel hingga Transportasi Masih Perlu Dibenahi
Warga Lobuk Ditemukan Meninggal Dunia Di Jalan Desa, Polsek Bluto Lakukan Olah TKP Dan Penyelidikan 
Pertamax Melonjak Jadi Rp16.250 per Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM Pertamina per 10 Juni 2026
Potensi Migas Melimpah, Kesejahteraan Warga Madura Dinilai Belum Sejalan
IPPNU Sumenep Luncurkan Grand Design “Empowering Era”, Siapkan Kader Putri Hadapi Tantangan Zaman
Polres Pamekasan amankan 12 motor dalam patroli antisipasi balap liar
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Amankan 16 Motor Saat Patroli Malam Takbiran Iduladha

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 17:15 WIB

Legislator Madura Soroti Fasilitas Haji 2026, Sebut Hotel hingga Transportasi Masih Perlu Dibenahi

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:58 WIB

Warga Lobuk Ditemukan Meninggal Dunia Di Jalan Desa, Polsek Bluto Lakukan Olah TKP Dan Penyelidikan 

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:49 WIB

Potensi Migas Melimpah, Kesejahteraan Warga Madura Dinilai Belum Sejalan

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:09 WIB

IPPNU Sumenep Luncurkan Grand Design “Empowering Era”, Siapkan Kader Putri Hadapi Tantangan Zaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:50 WIB

Polres Pamekasan amankan 12 motor dalam patroli antisipasi balap liar

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:24 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:26 WIB

Polres Pamekasan Amankan 16 Motor Saat Patroli Malam Takbiran Iduladha

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:07 WIB

Polres Pamekasan Bongkar Kasus Penggelapan Dana Umrah, Kerugian Capai Rp319 Juta

Berita Terbaru