KANALMADURA.COM, PAMEKASAN – Peringatan Hari Kartini tak hanya menjadi refleksi sejarah, tetapi juga momentum aktual bagi perempuan untuk mengambil peran strategis dalam mencerdaskan generasi bangsa. Semangat itulah yang diwujudkan Srikandi PLN UP3 Madura bersama Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN melalui program “PLN Mengajar” di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Desa Teja Barat, Pamekasan, Kamis (30/4/2026).
Kegiatan ini menghadirkan wajah lain perempuan di sektor energi. Tak hanya berkiprah di bidang teknis yang identik dengan risiko tinggi, para Srikandi PLN juga tampil sebagai agen edukasi yang menanamkan kesadaran keselamatan listrik sejak dini kepada para santri.
Materi utama yang diusung adalah Electrical Safety, disampaikan langsung oleh Team Leader K3L dan Keamanan ULP Pamekasan, Anggun Nugraha Putri Santoso, bersama dua anggota Srikandi lainnya. Dengan pendekatan interaktif, para siswa dikenalkan pada potensi bahaya listrik di lingkungan rumah, cara aman menggunakan perangkat elektronik, hingga pentingnya membangun budaya keselamatan.
“Keselamatan listrik harus menjadi kebiasaan sejak dini. Kami ingin adik-adik tidak hanya paham, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Anggun saat memberikan materi.
Suasana kelas tampak hidup. Siswa-siswi MI Nurul Ulum II antusias mengikuti setiap sesi, terutama ketika diberi kesempatan mencoba alat peraga keselamatan kerja yang dibawa tim PLN. Interaksi langsung ini membuat materi lebih mudah dipahami sekaligus membangun kesadaran praktis di kalangan pelajar.
Tak berhenti pada edukasi teknis, kegiatan ini juga menjadi ruang motivasi bagi para santri, khususnya siswi. Kehadiran para Srikandi PLN diharapkan mampu mematahkan stereotip sekaligus membuka wawasan tentang peluang karier perempuan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa perempuan juga memiliki ruang luas untuk berkontribusi di sektor energi. Kami berharap para siswi di sini berani bermimpi dan tumbuh menjadi Kartini masa kini yang tangguh,” tambahnya.
Rombongan PLN UP3 Madura disambut hangat oleh pengurus pesantren, Ust. Moh. Kholid. Selain berbagi ilmu, PLN bersama YBM juga menyalurkan bantuan paket alat tulis kepada 13 siswa-siswi sebagai bentuk dukungan terhadap proses belajar mereka.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini. Selain memberikan pengetahuan baru, juga menumbuhkan motivasi bagi anak-anak kami,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi Srikandi PLN dan YBM PLN, program ini menjadi bukti nyata bahwa peran PLN tidak hanya menghadirkan terang melalui infrastruktur kelistrikan, tetapi juga menyalakan harapan masa depan lewat edukasi dan kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Penulis : Redaksi


