KANALMADURA.COM, SUMENEP – Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumenep resmi meluncurkan Grand Design kepengurusan masa khidmat 2026–2028 bertajuk “Empowering Era”. Peluncuran tersebut dilakukan dalam agenda silaturahim perdana jajaran pengurus yang digelar di Aula PCNU Sumenep, Minggu (31/5/2026).
Grand Design itu disiapkan sebagai peta jalan organisasi dalam dua tahun ke depan guna memperkuat kapasitas pelajar putri agar mampu menjawab tantangan di era yang terus berkembang, baik dalam aspek sosial, pendidikan, maupun teknologi.
Ketua PC IPPNU Sumenep, Putri Ramadani, mengatakan bahwa pelajar putri saat ini dituntut memiliki kemampuan beradaptasi yang baik di tengah derasnya arus perubahan zaman. Karena itu, IPPNU hadir tidak hanya sebagai organisasi pelajar, tetapi juga sebagai ruang pembinaan, pengembangan diri, dan penguatan kapasitas kader.
“Empowering Era menjadi komitmen kami untuk menciptakan ruang yang mendorong pelajar putri mengenali potensi dirinya, meningkatkan kompetensi, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat,” kata Putri.
Dalam implementasinya, Grand Design tersebut diterjemahkan melalui konsep IPPNU BISA, yang merupakan singkatan dari Bersinergi, Inovatif, Solid, dan Adaptif.
Konsep tersebut akan menjadi landasan dalam menjalankan program organisasi selama masa kepengurusan. Nilai bersinergi menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, sementara inovatif diarahkan untuk mendorong lahirnya gagasan dan program kreatif yang relevan dengan kebutuhan pelajar saat ini.
Adapun nilai solid diharapkan mampu memperkuat kekompakan internal organisasi, sedangkan adaptif menjadi kunci agar kader tetap mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai dasar organisasi.
Melalui Grand Design “Empowering Era”, PC IPPNU Sumenep menargetkan terciptanya generasi pelajar putri yang mandiri, berdaya saing, kreatif, serta memiliki kesiapan untuk mengambil peran strategis di berbagai bidang kehidupan, baik di lingkungan pendidikan, sosial, maupun kemasyarakatan.
Penulis : Redaksi


