Breaking News

BMKG Sebut Ada ‘Blocking Cuaca’ di Timur Sumenep, Madura Masih Diguyur Hujan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KANALMADURA.COM, SUMENEP – Musim kemarau yang seharusnya mulai mendominasi wilayah Pulau Madura pada Mei 2026 justru diwarnai hujan dengan intensitas cukup sering dalam beberapa pekan terakhir.

Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat, terutama kalangan petani yang mulai memasuki musim tanam tembakau.

Kepala BMKG Trunojoyo Sumenep, H. Arie Widjajanto, menjelaskan bahwa fenomena tersebut dipengaruhi kondisi atmosfer yang masih berada pada fase pancaroba atau peralihan musim.

“Memang saat ini sudah masuk musim kemarau, tetapi di awal-awal seperti sekarang masih ada fase pancaroba. Jadi potensi hujan masih bisa terjadi,” kata Arie saat memberikan keterangan di Sumenep, Sabtu.

Baca Juga:  Perceraian Resmi Diputus, Kuasa Hukum Tekankan Kepentingan Anak dan Komunikasi Orang Tua

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menjelaskan, beberapa hari terakhir pihaknya mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di wilayah Sulawesi Tengah yang kemudian bergerak ke arah selatan dan kini berada di sekitar timur Kabupaten Sumenep, tepatnya di kawasan Pulau Selayar.

“Posisinya sekarang berada di timur Kabupaten Sumenep. Kondisi ini menyebabkan semacam blocking atau sumbatan cuaca di wilayah Madura sehingga memicu pembentukan awan hujan,” ujarnya.

Menurut dia, dampak dari sirkulasi tersebut menyebabkan perlambatan pergerakan angin di wilayah Jawa dan Madura. Pada saat bersamaan, suhu muka laut di perairan timur hingga barat Indonesia juga terpantau cukup hangat sehingga meningkatkan suplai uap air ke atmosfer.

Baca Juga:  PWI Pamekasan Bahas Polemik UHC Lewat FGD, Dorong Keberimbangan Informasi dan Advokasi Publik

“Angin timuran saat ini belum benar-benar kuat dan stabil. Ditambah suhu muka laut yang hangat, pasokan uap air menjadi sangat melimpah. Ketika bertemu topografi Madura yang berbukit-bukit kecil, kondisi itu memicu pertumbuhan awan konvektif yang akhirnya menimbulkan hujan,” katanya.

Fenomena hujan di awal musim kemarau tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius, terutama bagi petani tembakau di wilayah Bangkalan, Sampang hingga Sumenep yang mulai melakukan penyemaian bibit.

Arie mengatakan hujan yang turun pada fase awal penanaman berpotensi merusak bibit tembakau karena tanaman muda sangat rentan terhadap kelebihan air.

Baca Juga:  Tertib dan Selamat di Jalan, Ini Fokus Operasi Zebra Semeru 2025 Polres Sumenep

“Sayang sekali kalau bibit yang baru ditanam kemudian mati akibat hujan. Karena itu petani perlu mengantisipasi, apalagi hujan yang terjadi saat ini umumnya tidak berlangsung lama atau hanya sesaat,” tuturnya.

Ia mengimbau masyarakat tetap memantau perkembangan informasi cuaca yang dikeluarkan BMKG agar dapat menyesuaikan aktivitas, khususnya di sektor pertanian.

“BMKG akan terus melakukan pemantauan dan pembaruan data perkembangan cuaca secara berkala agar masyarakat bisa lebih siap menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah,” ujar Arie.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Potensi Migas Melimpah, Kesejahteraan Warga Madura Dinilai Belum Sejalan
IPPNU Sumenep Luncurkan Grand Design “Empowering Era”, Siapkan Kader Putri Hadapi Tantangan Zaman
Polres Pamekasan amankan 12 motor dalam patroli antisipasi balap liar
Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan
Polres Pamekasan Amankan 16 Motor Saat Patroli Malam Takbiran Iduladha
Polres Pamekasan Bongkar Kasus Penggelapan Dana Umrah, Kerugian Capai Rp319 Juta
Pemkab Sumenep Perkuat Kesiapan Data untuk Dukung Proyek Strategis Nasional
Bappeda Sumenep Gelar Musrenbang RKPD 2027, Serap 771 Usulan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:49 WIB

Potensi Migas Melimpah, Kesejahteraan Warga Madura Dinilai Belum Sejalan

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:09 WIB

IPPNU Sumenep Luncurkan Grand Design “Empowering Era”, Siapkan Kader Putri Hadapi Tantangan Zaman

Minggu, 31 Mei 2026 - 07:50 WIB

Polres Pamekasan amankan 12 motor dalam patroli antisipasi balap liar

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:24 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, Kabag SDM Polres Sumenep Tinjau Panen Melon Berbasis Smart Farming di Desa Kasengan

Rabu, 27 Mei 2026 - 05:26 WIB

Polres Pamekasan Amankan 16 Motor Saat Patroli Malam Takbiran Iduladha

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:07 WIB

Polres Pamekasan Bongkar Kasus Penggelapan Dana Umrah, Kerugian Capai Rp319 Juta

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Sebut Ada ‘Blocking Cuaca’ di Timur Sumenep, Madura Masih Diguyur Hujan

Rabu, 20 Mei 2026 - 07:48 WIB

Pemkab Sumenep Perkuat Kesiapan Data untuk Dukung Proyek Strategis Nasional

Berita Terbaru