KANALMADURA.COM, SUMENEP — Menyusul terjadinya aksi massa di wilayah Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, aparat kepolisian bergerak cepat memastikan situasi tetap terkendali. Sebagai langkah konkret, Polres Sumenep menggelar Apel Penyambutan dan Pergeseran Pasukan Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jawa Timur pada Rabu (5/11/2025) malam.
Apel yang berlangsung di halaman Mapolres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo No. 35, Desa Pabian, Kecamatan Kota Sumenep, ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan kesiapsiagaan jajaran Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah kepulauan.
Dipimpin langsung oleh Kapolres Sumenep AKBP Rivanda, S.I.K., kegiatan tersebut diikuti satu satuan setingkat kompi (1 SSK) Brimob berjumlah 67 personel, lengkap dengan perlengkapan taktis dan kendaraan operasional pendukung. Turut hadir dalam apel, para Pejabat Utama (PJU) Polres Sumenep, Danki I Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jatim AKP Ari Dwi Antoro, S.Pd., serta Wadanki I IPTU Jefri Fagianto, S.H.
Dalam sambutannya, AKBP Rivanda menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kehadiran pasukan Brimob di Sumenep. Ia menyebutkan bahwa penugasan ini bukan semata untuk penegakan hukum, melainkan juga untuk memulihkan rasa aman masyarakat setelah sempat terjadi kericuhan di salah satu lokasi wisata air di Kangean.
“Kehadiran rekan-rekan Brimob bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk memberikan rasa aman. Kami berharap, sinergi antara Polres dan Brimob dapat menenangkan masyarakat sekaligus mencegah munculnya gangguan lanjutan,” ujar AKBP Rivanda dalam arahannya.
Ia menambahkan, Polres Sumenep bersama jajaran Brimob akan memprioritaskan pendekatan persuasif, dialog, dan patroli humanis agar situasi sosial di Kangean kembali kondusif.
“Kami ingatkan seluruh personel agar bertugas secara profesional dan proporsional. Hindari tindakan arogan, tetap rendah hati, dan jadilah pelindung masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga memberikan penekanan agar seluruh pasukan tetap disiplin dan menjaga koordinasi di bawah satu komando. Menurutnya, situasi di lapangan bisa berkembang dinamis, sehingga setiap langkah harus sesuai dengan arahan pimpinan lapangan.
“Segala tindakan agar satu komando terhadap Danki Brimob. Jaga kehormatan dan nama baik institusi, serta pastikan Mako Polsek Kangean tetap aman dari potensi gangguan,” kata Kapolres.
Selain pengamanan lokasi strategis, personel juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi provokasi dan penyebaran informasi menyesatkan di media sosial yang dapat memicu keresahan masyarakat.
Danki I Batalyon D Pelopor Satbrimob Polda Jatim, AKP Ari Dwi Antoro, menyampaikan kesiapan penuh pasukannya untuk mendukung tugas Polres Sumenep dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kepulauan.
“Kami siap melaksanakan perintah dan berkoordinasi penuh dengan Polres Sumenep. Penugasan ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan institusional kami dalam memastikan masyarakat Kangean merasa terlindungi,” tutur AKP Ari.
Ia menegaskan bahwa personel Brimob tidak hanya fokus pada pengamanan, tetapi juga akan melakukan pendekatan sosial dengan masyarakat melalui kegiatan patroli dialogis, sambang tokoh masyarakat, dan pengamanan objek vital.
“Pendekatan kami tidak hanya represif, tapi juga preventif. Kami akan hadir di tengah masyarakat untuk mendengarkan, melindungi, dan menjaga,” tambahnya.
Sebagai kabupaten dengan wilayah kepulauan terbanyak di Jawa Timur, Sumenep menghadapi tantangan tersendiri dalam hal pengamanan. Akses transportasi laut, keterbatasan infrastruktur komunikasi, serta kondisi geografis membuat koordinasi di lapangan membutuhkan kesiapan ekstra.
Kehadiran pasukan Brimob diharapkan dapat memperkuat personel Polsek dan Koramil setempat, sekaligus menjadi langkah preventif agar situasi pasca kericuhan tidak berkembang lebih luas.
Apel yang berlangsung hingga malam itu berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh semangat. Barisan pasukan Brimob yang berdisiplin tinggi menjadi simbol kesiapan Polri menjaga stabilitas di wilayah perbatasan dan kepulauan.
“Kami ingin masyarakat tahu bahwa negara hadir di setiap jengkal tanah Indonesia, termasuk di pulau-pulau terluar. Keamanan masyarakat adalah prioritas kami,” tutupnya.


