KANALMADURA.COM, PAMEKASAN — Karang Taruna Kabupaten Pamekasan menggelar forum diskusi publik yang mengangkat tema “Industri Demonstrasi”. Acara yang berlangsung hangat dan sederhana ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, akademisi, aktivis pergerakan, LSM, hingga insan pers.
Kegiatan yang berlangsung Di Cafe Jagad jalan Sekar putih Laden Pamekasan Berlangsung sejak pukul 19.30Wib hingga pukul 22.00 WIB tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan, yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Pamekasan yang diwakili Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Rahmat Kurniadi Suroso, CEO PT Bawang Mas Group H. Khairul Umam, Kapolres Pamekasan yang diwakili Ndan Rofik, Owner PR Ayunda H. Bambang Budianto yang diwakili manajernya, Samhari, Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) M. Khairul Umam, serta akademisi Moh. Elman.
Faridi Ketua Karang Taruna Kabupaten Pamekasan Dalam Sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan tema “Industri Demonstrasi” sengaja dirancang untuk memantik pemikiran kritis anak-anak muda. Ia menegaskan bahwa forum ini menjadi wadah pengembangan diri untuk melahirkan gagasan-gagasan baru serta merumuskan esensi gerakan pemuda ke depan. “Karena berangkat dari kegelisahan kita bersama di tengah majunya industri kita, demonstrasi juga mengalami kemajuan luar biasa. Dan keduanya ini memberikan implikasi positif dan negatif terhadap Kabupaten Pamekasan,” ujar Faridi.
Dalam forum tersebut, sejumlah narasumber menyampaikan pandangan serta data dari berbagai sudut pandang.
Rahmad Kepala Bagian Administrasi Menyampaikan permohonan maaf dari Sekretaris Daerah (Sekda) yang berhalangan hadir. Pihaknya memaparkan capaian positif perekonomian Pamekasan, di mana pertumbuhan ekonomi daerah pada 2024–2025 tercatat sebagai yang terbaik di Madura. Selain itu, realisasi investasi di Pamekasan terus meningkat dari Rp170 miliar pada 2025 menjadi Rp190 miliar hingga triwulan ketiga tahun 2026.
Sedangkan dari pihak Polres Pamekasan Menyampaikan permohonan maaf serta salam dari Kapolres Pamekasan yang berhalangan hadir. Pihak kepolisian menegaskan bahwa kegiatan menyampaikan pendapat di muka umum baik secara terbuka maupun tertutup merupakan hak konstitusional setiap warga negara. Kepolisian berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dan pengamanan demi memastikan hak-hak masyarakat tetap terjaga dengan kondusif.
Menyoroti tingginya dinamika aksi di Pamekasan. Berdasarkan data dari kepolisian, terdapat 150 rencana aksi demo pada tahun 2025 dan 175 aksi pada tahun 2026 yang akhirnya dibatalkan. Pihaknya mengingatkan agar media dan publik tidak menghakimi pembatalan tersebut. Selain itu, AJP mendorong agar pergerakan pemuda dan aktivis di Pamekasan ke depan tidak hanya berani secara mental, tetapi juga memperkuat kajian berbasis data yang mendalam (seperti APBD dan LKPJ) serta mengawal penanganan kasus hingga tuntas.
Membahas latar belakang sosiologis-historis nama Pamekasan yang berasal dari Pawekasan (corong untuk menyampaikan sesuatu/woro-woro). Fenomena aksi dan kritisisme masyarakat Pamekasan sering kali menjadi perhatian nasional. Demonstrasi dan kritisisme dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga keseimbangan sosial, mendorong keterbukaan informasi publik, serta memperkuat arah pembangunan dan industrialisasi daerah.
Diskusi publik ini ditutup dengan harapan agar kegiatan kajian bersama terus dihidupkan di Kabupaten Pamekasan. Forum semacam ini diharapkan dapat menjadi rujukan dan roadmap bagi perjuangan anak muda dalam mengawal kebijakan publik serta membangun Pamekasan ke arah yang lebih maju dan berkualitas.












