KANALMADURA.COM, PAMEKASAN – Penampilan tari tradisional kembali menjadi sorotan dalam perhelatan budaya Tarèka Ngèmodhi Ngolang Taon Sè Kapèng 7 Ghâlimpo’ Dhu’remmek yang digelar di Pendopo Ronggo Sukowati, Pamekasan, Senin malam (29/12/2025).
Salah satu penampil yang mencuri perhatian adalah Vilka Arkana Arsyka, siswi SDN Potoan Laok 1, Kecamatan Palengaan.
Bersama rekan-rekannya dari Sanggar Seni Makan Ati, yang terdiri dari siswa-siswi berbagai SD se-Kabupaten Pamekasan, Vilka membawakan Tari Rondhing dengan penuh semangat. Gerakan kompak dan ekspresi ceria para penari cilik berhasil menghadirkan nuansa meriah sekaligus memperkuat pesan pelestarian budaya lokal.
Kegiatan budaya tahunan tersebut mengusung tema “Malandhu Bhudhājā, Majhurbhu Bhasa Madhura”, yang menegaskan komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan bahasa, sastra, dan seni budaya Madura di tengah derasnya pengaruh globalisasi.
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Pamekasan H. Sukriyanto, Wakil Ketua DPRD Pamekasan, perwakilan Kejaksaan, Polres, Kodim 0826/Pamekasan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, camat, budayawan, seluruh kepala sekolah SD/MI dan SMP/MTs se-Kabupaten Pamekasan, anggota Ghâlimpo’ Dhu’remmek, serta tamu undangan lainnya.
Wakil Bupati Pamekasan, H. Sukriyanto, menyampaikan apresiasinya terhadap konsistensi para pegiat budaya yang terus menjaga tradisi lokal.
“Melalui kegiatan seperti ini, kita berharap tumbuh semangat dan motivasi baru, khususnya bagi generasi muda, untuk terus melestarikan budaya tari daerah serta bahasa dan sastra Madura,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Pamekasan menekankan bahwa pelestarian budaya lokal merupakan bagian penting dalam menjaga identitas dan ketahanan moral masyarakat.
“Bahasa dan sastra Madura adalah bagian dari jati diri kita. Kegiatan ini saya yakini mampu menjadi benteng budaya di tengah kompleksitas pengaruh global yang terus menggerus nilai-nilai kearifan lokal,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, juga mengungkapkan kebanggaannya atas antusiasme para pelaku seni dan pendidik dalam mendukung pelestarian budaya Madura.
“Kehadiran Ghâlimpo’ Dhu’remmek menjadi harapan besar agar bahasa dan budaya Madura tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tuturnya.
Di sisi lain, Vilka Arkana Arsyka mengaku bangga dan bahagia dapat tampil dalam agenda budaya tingkat kabupaten tersebut.
“Saya senang sekali bisa menari di Pendopo dan disaksikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya,” ungkap Vilka.
Melalui Tarèka Ngèmodhi Ngolang Taon Ghâlimpo’ Dhu’remmek ke-7 ini, semangat pelestarian bahasa, sastra, dan seni budaya Madura diharapkan terus tumbuh dan mengakar kuat, terutama di kalangan anak-anak dan generasi muda.
Penulis : Ratu
Editor : Redaksi

