Breaking News

Inovasi Digital RSUD Sumenep Mudahkan Akses Layanan dan Tingkatkan Keselamatan Pasien

Rabu, 4 Februari 2026 - 15:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalMadura.com,SUMENEP — Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar Sumenep (RSUDMA) terus mempercepat transformasi digital guna meningkatkan mutu layanan kesehatan kepada masyarakat.

Langkah ini mencakup berbagai lini pelayanan, mulai dari pendaftaran pasien, pengelolaan antrean, hingga penerapan rekam medis terintegrasi.

Transformasi digital tersebut menjadi bagian dari penyesuaian status rumah sakit menuju tipe B, yang tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan sistem kerja yang transparan, efisien, dan terukur.

Digitalisasi dirancang untuk menjawab persoalan klasik di fasilitas kesehatan, seperti antrean panjang, administrasi yang berbelit, serta lambatnya akses data medis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga:  Komisioner KI Sumenep Berkomitmen Wujudkan Kabupaten Informatif

Inovasi ini juga menjadi fondasi menuju konsep Smart Hospital yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Salah satu inovasi yang langsung dirasakan masyarakat adalah sistem pendaftaran dan antrean berbasis daring. Melalui layanan ini, pasien dapat menentukan jadwal kunjungan, memilih dokter, dan memperoleh nomor antrean dari rumah.

Sistem tersebut terbukti mampu memangkas waktu tunggu yang sebelumnya bisa mencapai lebih dari dua jam pada jam sibuk.

Direktur RSUDMA Sumenep, dr. Erliyati, menyatakan bahwa transformasi digital merupakan langkah strategis untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang cepat dan akurat.

“Kami ingin masyarakat merasakan pelayanan yang mudah, cepat, dan akurat. Transformasi digital ini adalah strategi menjawab kebutuhan zaman, bukan sekadar tren,” ujarnya, Rabu, 04 Februari 2026.

Baca Juga:  Potensi Migas Melimpah, Kesejahteraan Warga Madura Dinilai Belum Sejalan

Selain mempermudah akses layanan, digitalisasi juga meningkatkan kualitas pelayanan medis melalui penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) berbasis aplikasi Meditrack.

Sistem ini memungkinkan data pasien tersimpan secara aman, sistematis, dan dapat diakses secara real-time oleh tenaga kesehatan yang berwenang, sehingga mempercepat proses diagnosis dan koordinasi antarlayanan.

“Inovasi ini mempercepat proses diagnosis dan koordinasi, sehingga keputusan medis dapat diambil lebih tepat,” kata dr. Erliyati.

Ia menambahkan, RME turut meningkatkan koordinasi lintas unit, mulai dari poliklinik, instalasi gawat darurat (IGD), hingga layanan rawat inap.

Seluruh tindakan medis terdokumentasi secara baik, sehingga memudahkan evaluasi sekaligus meningkatkan keselamatan pasien.

Baca Juga:  Polres Sumenep Tetapkan Lima Tersangka Penyalahgunaan Solar Subsidi

Transformasi berkelanjutan tersebut juga mengantarkan RSUDMA Sumenep meraih Akreditasi Paripurna Bintang Lima sebagai bentuk pemenuhan standar tertinggi nasional dalam mutu layanan, keselamatan pasien, dan tata kelola rumah sakit.

Capaian ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah Madura Timur.

Meski mengedepankan teknologi, pihak rumah sakit menegaskan pendekatan humanis tetap menjadi prioritas.

Digitalisasi justru diharapkan mampu mengurangi beban administratif tenaga kesehatan, sehingga mereka dapat lebih fokus pada pelayanan dan interaksi langsung dengan pasien.

“Ke depan, RSUD Sumenep berkomitmen terus mengembangkan transformasi digital seiring perkembangan kebutuhan masyarakat dan kemajuan teknologi kesehatan, guna menghadirkan layanan yang profesional, modern, dan berdaya saing,” pungkasnya.

Penulis : Za

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Resmi Dibuka! Pragaan Fair 2026 Jadi Panggung UMKM dan Budaya Madura
Komisi 4 DPRD Pamekasan Desak Bupati Pulihkan Kepesertaan BPJS Akhir 2026
Capaian Mutu RSUD Sumenep Semester I 2026: Mayoritas Indikator di Atas 90%
Polres Pamekasan Cek Keamanan Makanan SPPG, Hasilnya Bebas Formalin hingga Sianida
Kapolda Jatim Resmikan Polresta Sumenep, Kombes Ariek Indra Sentanu Dilantik Jadi Kapolresta Pertama
Festival Klenengan Sumenep 2026 Siap Semarakkan Pelestarian Gamelan Khas Madura
Pengenalan Pembuatan Keris di Sekolah dapat Dukungan Penuh dari Kadisbudpar Sumenep
Massa Aksi Federasi Teman Juang Grup Geruduk Dinkes Pamekasan, Desak Tindakan Tegas Terhadap Oknum Dokter RS Larasati
Tags:

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 08:12 WIB

Resmi Dibuka! Pragaan Fair 2026 Jadi Panggung UMKM dan Budaya Madura

Jumat, 17 Juli 2026 - 14:34 WIB

Komisi 4 DPRD Pamekasan Desak Bupati Pulihkan Kepesertaan BPJS Akhir 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:05 WIB

Capaian Mutu RSUD Sumenep Semester I 2026: Mayoritas Indikator di Atas 90%

Rabu, 15 Juli 2026 - 18:00 WIB

Polres Pamekasan Cek Keamanan Makanan SPPG, Hasilnya Bebas Formalin hingga Sianida

Rabu, 15 Juli 2026 - 17:31 WIB

Kapolda Jatim Resmikan Polresta Sumenep, Kombes Ariek Indra Sentanu Dilantik Jadi Kapolresta Pertama

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:05 WIB

Festival Klenengan Sumenep 2026 Siap Semarakkan Pelestarian Gamelan Khas Madura

Jumat, 10 Juli 2026 - 07:22 WIB

Pengenalan Pembuatan Keris di Sekolah dapat Dukungan Penuh dari Kadisbudpar Sumenep

Kamis, 9 Juli 2026 - 16:26 WIB

Massa Aksi Federasi Teman Juang Grup Geruduk Dinkes Pamekasan, Desak Tindakan Tegas Terhadap Oknum Dokter RS Larasati

Berita Terbaru